Sampah Sumbat Sungai Gabahan Kapolres Leganek Pimpin Kerja Bakti

KARANGANYAR, KRJOGJA.com –  Sekitar 150 sukarelawan memungut timbunan sampah yang menyumbat aliran sungai di bawah Jembatan Gabahan di Papahan, Tasikmadu, Sabtu (14/12). Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi memimpin secara langsung kerja bakti tersebut.

Ia bersama anggota Satbinmas, Sabhara, Satlantas serta komunitas sukarelawan bahu membahu menyingkirkan patahan dahan hingga potongan kayu yang memenuhi dasar jembatan. Tak hanya itu, timbunan sampah plastik yang berserakan di bantaran, turut diangkut dari dasarnya.

“Bahaya sekali kalau tidak dibersihkan. Di musim hujan ini, bisa menyebabkan banjir,” kata Kapolres kepada wartawan di sela kerja bakti.

Pria yang belum sebulan menjabat Kapolres Karanganyar ini mengingatkan masyarakat supaya berhenti membuang sampah rumah tangga ke sungai. Ia mengaku miris saat mendapati kasur bekas dan pembalut dibuang di aliran sungai tersebut. Menurutnya, itu membuktikan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan kurang bagus. Para sukarelawan tersebut juga didukung komunitas satpam serta perangkat desa.

Catatan KR, kerja bakti bersih Sungai Gabahan dilakukan berulangkali dalam setahun terakhir. Namun, masih saja pembuangan sampah sembarangan di bawah jembatan belum bersolusi. Mengenai hal itu, Kapolres meminta pemerintah daerah menindak tegas pembuang sampah sembarangan.

Ia menyebut kondisi serupa di jembatan Sroyo. Alirannya di hilur Sungai Bengawan Solo itu juga tersumbat sampah. Adapun kerja bakti menormalisasi sungai akan intensif dilakukan ke lokasi rawan banjir dengan melibatkan semua unsur. Di musim penghujan seperti saat ini, dibutuhkan reaksi cepat dan kepekaan menghadapi bencana alam.

“Air sangat penting bagi kehidupan. Menjaga agar tidak mengotorinya, sudah sangat membantu,” jelasnya.

Kasatbinmas Polres Karanganyar, AKP Suwarsi mengajak kelompok masyarakat binaannya peduli risiko banjir. Sehingga ke depan, berbagai event melibatkan massa diarahkan kekegiatan peduli lingkungan.

“Kami akan memelopori. Mengajak semua elemen ikut peduli. Misalnya saat HUT satpam, mengajak mereka beraksi simpatik,” katanya. (Lim)

  

BERITA REKOMENDASI