Sarana Lalu Lintas di Karanganyar Kurang Memadai

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Sarana penyeberangan jalan di jalur utama di Kabupaten Karanganyar kurang memadai bagi penyeberang jalan dengan berbagai kondisi. Hal ini diperparah minimnya edukasi bagi mereka terkait keselamatan berlalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karanganyar, Sundoro meyakini telah menyediakan zebra cross untuk membantu pejalan kaki menyeberang, khususnya di titik keramaian sepanjang Jalan Lawu. Sayangnya, sarana itu tak selalu dimanfaatkan. Itu yang dialami korban tewas ditabrak mobil pikap saat ia menyeberang di Jalan Lawu Karanganyar, tepatnya depan Soto Pak Min Papahan, Senin (17/2) pukul 18.30 WIB. Korban bernama Kaswadi asal Ngablak Rt 01/Rw IX Desa Papahan, Tasikmadu.

“Sarana penyeberangan ada. Di ruas Jalan Wlu di depan SMA Baratha, deepan Hotel Tamansari, depan Makodim dan traffic ligt-nya. Itu bukan hiasan, tapi sarana menyeberang,” katanya kepada KR

, Selasa (18/2).

Ia tak menampik banyak kendaraan bermotor ngebut usai ruas Jalan Lawu dibedah mudal Papahan sampai Tegalgede. Imbauan mengurangi kecepatan sudah dilakukannya dengan memasang videotron berkonten pesan keselamatan lalu lintas, running text

, lampu flash dan rambu batas kecepatan maksimal 50 KM/jam.

Namun sarana itu belum memadai, terutama bagi penyandang disabilitas. Sempat diwacanakan penggunaan speed gun untuk merekam kendaraan berkecepatan melampaui batas. Tapi pengadaannya belum dapat dilakukan.

“Perlu kajian mendalam sarana seperti apa yang dibutuhkan disabilitas. Dan apakah itu sesuai dengan jumlah pengguna dari kalangan tersebut,” katanya.

Sarana untuk disabilitas itu seperti jembatan penyeberangan, pelican crossing

dan sejenisnya.

“Alat perekam kecepatan manual itu mahal. Juga harus ada operatornya. Kalau alat otomatis, kita belum mampu kaitannya e-tilang,” katanya.

Ia justru meminta Satlantas menindak lebih tegas pelanggaran lalu lintas di Jalan Lawu.

Sementara itu Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Dewi Endah Utami mengatakan Kaswadi meninggal dunia di lokasi kejadian. Mobil yang menabraknya saat menyeberang adalah Mitsubisi L 300 nopol AD 1943 ZN yang dikemudikan warga Tanon, Sragen, Rahmadi (34).

“Korban mengalami luka di kepala. Jadi, sopir mendahului kendaraan lain dari sisi kiri. Tidak tahunya ada orang muncul menyeberang di depannya,” katanya.

Kasus ini tengah didalami. Kasatlantas mengatakan sopir tidak terpengaruh zat adiktif atau minuman keras. (Lim)

BERITA TERKAIT