Sarana Membayar Nazar, Warga Pancot Berebut Ayam di ‘Mondosiyo’

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Upacara adat mondosiyo di Dusun Pancot, Kelurahan Kalisoro, Tawangmangu menjadi sarana pembebas nazar warga yang tinggal di lereng Lawu tersebut.

Prosesi puncaknya cukup unik, yakni berebut ayam hidup yang dilepas di atap umah adat dan memercikkan 'banyu badeg' ke peserta upacara adat. 

"Acara ini sebagai wadah masyarakat untuk menepati janji atas nazar yang telah di ucapkan, dengan melepas ayam,” terangnya pada KR, Selasa (14/8) sore. 

Mondosiyo merupakan upacara adat yang dilakukan turun-temurun oleh masyarakat setempat. Sebelum acara puncak Mondosiyo dimulai, warga Dusun Pancot disuguhi aksi tiga rombongan reog diantaranya Gombong Sari, Singo Gilang, dan Singo Pancat Mulyo. Di rumah adat telah menanti para pembayar nazar yang membawa minimal dua ekor ayam. Hewan unggas itu akan dilepas ke atap rumah adat usai para sesepuh memimpin doa.

Bagi pembayar nazar, melepas ayam untuk diperebutkan melunasi janjinya. Ada yang bernazar atas kesembuhan anggota keluarganya dari sakit. Namun tidak sedikit bernazar atas keberhasilannya meraih sesuatu. 

"Mondosiyo dilaksanakan tiap tujuh bulan pada Selasa kliwon wuku Mondosiyo. Sebenarnya sudah diawali Minggu kemarin dengan cebukan atau mengumpulkan sesaji," ujar Kepala Lingkungan Pancot, Sulardiyanto. 

Warga memukul-pukul atap agar ayam didapat. Meski gaduh, namun cukup menghibur. Pantangannya, warga tak boleh naik ke atap untuk mengambil ayam. 

Acara Mondosiyo juga diiringi oleh gamelan untuk membangkitkan semangat warga dalam berebut ayam. Camat Tawangmagu Rusdianto mengaku akan terus mempertahankan dan melestarikan kebudayan masyarakan yang sudah ada seperti Mondosiyo.

Di lokasi puncak acara, terdapat sebuah bangunan kecil bernama cungkup watu gilang yang digunakan untuk menyimpan air badeg atau air tape yang telah disiapkan selama tujuh bulan. Sebelum puncak acara digelar, air badeg ini dipercikkan kepada warga. Karena mempunyai sifat lengket dan aroma tak sedap, para warga kebanyakan menghindar. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI