Sasar Rumah Kos, Deteksi Dini Pencegahan Teroris

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Deteksi dini pencegahan masuknya terduga teroris sudah dilakukan petugas bersama dengan masyarakat. Namun ternyata tetap saja masih ada temuan penangkapan dilakukan Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Sukoharjo. Kondisi tersebut membuat pengawasan akan semakin diperketat khususnya di rumah kos dan kontrakan.

Camat Grogol Bagas Windaryatno, Kamis (17/10/2019) mengatakan, kaget dengan masih adanya temuan terduga teroris di wilayahnya. Penangkapan dilakukan oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri terhadap dua orang terduga teroris. Meski penangkapan tidak dilakukan di wilayah Grogol, namun tetap saja rumah yang dipakai berada di wilayah Grogol.

BACA JUGA :

Densus 88 Tangkap Lima Terduga Teroris di Sukoharjo

Densus 88 Sergap Terduga Teroris di Yogya, Masyarakat Diminta tak Resah

Pemerintah Kecamatan Grogol prihatin dengan penangkapan dua orang terduga teroris. Terlebih lagi keduanya bukan penduduk asli Grogol dan hanya pendatang saja. Keduanya diketahui tinggal di rumah kontrakan.

“Jangan sampai ada lagi stampel atau cap Grogol sarang teroris. Itu salah sebab selama ini yang terjadi penangkapan terduga teroris dilakukan Densus 88 terhadap orang pendatang. Mereka hanya tinggal mengontrak atau kos kebetulan masuk wilayah Grogol,” ujarnya.

Langkah pencegahan sudah dilakukan Pemerintah Kecamatan Grogol dengan melibatkan seluruh pemerintah desa dan elemen masyarakat. Salah satunya yakni deteksi dini bersama terhadap segala bentuk kegiatan yang mengarah ke terorisme. Selain itu kegiatan bersama lainnya diwujudkan dalam bentuk patroli atau ronda malam di masing masing lingkungan RT/RW.

“Usaha sudah kami lakukan dan semua juga telah dilibatkan. Tinggal kesadaran diri sendiri khususnya pemilik kos atau kontrakan untuk membantu memperketat pengawasan. Apabila menemukan kecurigaan segera laporkan ke petugas,” lanjutnya.

Bagas menanggapi penangkapan terhadap kedua terduga teroris di Waringinrejo, Cemani, Grogol meminta pada masyarakat untuk tetap tenang. Mereka tidak boleh terpancing terhadap isu yang bisa menambah masalah. "Masyarakat kami minta tenang dengan tetap mewaspadai segala bentuk tindak terorisme,” lanjutnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo Heru Indarjo mengatakan, deteksi dini sudah dilakukan Satpol PP Sukoharjo dengan melibatkan petugas. Salah satunya yakni Kader Siaga Trantib (KST) di masing masing desa. (Mam)

BERITA REKOMENDASI