Satgas Covid-19 Sediakan Rumah Isolasi Terpusat

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Satgas Covid-19 Kecamatan Colomadu bersama Koramil dan Polsek menyediakan rumah isolasi mandiri (Isoman) terpusat bagi warganya yang mengalami kendala tempat untuk menjalani karantina.Tempat isolasi mandiri berada di Balai Desa Paulan. Tempat tersebut dilengkapi dengan fasilitas MCK serta logistik.

Kapolres Karanganyar, AKBP Muchammad Syafi Maulla dan Dandim 0727 Karanganyar, Letkol Inf Ikhsan Agung Widyo Wibowo memastikan kelayakannya dengan melihat lebih dekat tempat itu pada Jumat (18/06/2021). Keduanya melakukan pengecekan di Balai Desa Paulan. Menurutnya, penyediaan tempat isolasi terpusat ini sebagai langkah antisipasi apabila ada lonjakan kasus Covid-19 di wilayah Colomadu tak terkendali. “Ya harapannya tempat isolasi terpusat ini jangan sampai digunakan,” ungkapnya.

Kapolres Karanganyar AKBP M Syafi Maula meminta Satgas Covid-19 kecamatan dan desa lebih intensif dalam penegakan protokol kesehatan. Seperti pengecekan acara hajatan supaya berkonsep banyu mili. Kapolres sudah menginstruksikan pada jajarannya, untuk bertindak tegas jika mengetahui kegiatan masyarakat melebihi kapasitas dan tidak disiplin menerapkan prokes.

“Kapolres memerintahkan, agar petugas bertindak tegas. Jika melihat ada kerumunan, agar dibubarkan. Kami juga berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 untuk penerapan tindakan di lapangan. Selama sepekan ini, disiplin prokes akan ditingkatkan,” imbuhnya.

Plt Camat Colomadu, Yuni Windarti, mengatakan pemilihan lokasi Desa Paulan sebagai Rumah Isolasi Mandiri Terpusat karena desa tersebut memiliki jumlah pasien Covid-19 terbanyak di Colomadu. Menurutnya, rumah isolasi tersebut cukup luas untuk menampung puluhan orang. Namun, untuk sementara waktu, kapasitas disesuaikan dengan jumlah tempat tidur yang tersedia yaitu 10 unit.

Yuni menambahkan fasilitas aula Kantor Desa Paulan, Colomadu, itu cukup memadai untuk menampung warga positif Covid-19 seperti sarana MCK serta penyediaan logistik. “Kami juga mendirikan Posko di kantor kecamatan untuk koordinasi terkait penanganan Covid-19. Nanti kalau ada lonjakan kasus Covid-19 dan warganya tidak memiliki tempat memadai, selama ada persetujuan akan kami tempatkan di Rumah Isolasi Mandiri Terpusat,” katanya.

Yuni mengatakan hingga saat ini rumah isolasi di Aula Kantor Desa Paulan itu belum terisi pasien Covid-19. Menurutnya ada beberapa kriteria warga positif Covid-19 bisa isolasi di tempat itu. Misalnya kondisi rumah tidak memadai, anggota keluarga terlalu banyak, dan rumah terlalu kecil.

Terkait kasus Covid-19 di Paulan, Colomadu, Yuni mengungkapkan sudah ada perkembangan baik dari masyarakat yang terkonfirmasi positif. Dari awalnya 94 pasien, sebagian sudah sembuh sehingga total warga yang masih menjalani isolasi dan perawatan di rumah sakit tinggal 77 orang. “Perkembangan terakhir masih 77 orang yang positif. 70 orang isolasi mandiri, dan tujuh orang dirawat di rumah sakit,” ungkapnya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI