Satpol PP Amankan Pasangan Tak Resmi di Colomadu

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Minimnya pengawasan tempat penginapan, indekos dan kontrakan di wilayah Colomadu menyuburkan praktik asusila. Aparatur pemerintah setempat seakan tidak sanggup membina.

"Setiap kali rapat RT dan kelurahan, disampaikan untuk mengawasi dan mencermati warganya. Di sini itu banyak pendatang, jangan sampai menimbulkan keresahan," kata Camat Colomadu, Yophi Eko Jatiwibowo kepada KRJOGJA.com, Kamis (8/8). 

Dia kerap melakukan penggerebekan pasangan tidak resmi yang sedang berasyik masuk di kamar-kamar sewa itu. Meski sudah berulang kali mendapati praktik tersebut, namun pelaku tak juga jera. Identitasnya juga silih berganti. 

"Kami sangat berterima kasih dengan operasi Satpol PP. Sebab, kepedulian masyarakat untuk saling mengingatkan sudah berkurang. Untuk turun sendiri ke kamar-kamar yang dicurigai menjadi tempat maksiat, kami tidak berwenang," katanya. 

Kepala Satpol PP dan Damkar Karanganyar, Kurniadi Maulato mengatakan razia pasangan tidak resmi berlangsung senyap dan tak terjadwal. Kali terakhir razia, aparat Satpol PP mengamankan 10 pasangan tidak resmi sedang berbuat asusila di sejumlah lokasi di Colomadu pada Sabtu (3/8) lalu. Razia berlangsung pukul 22.00 WIB sampai Minggu dini hari. Satu pasang dari indekos wilayah Desa Tohudan, satu pasang dari Desa Blulukan, serta delapan paaangan bukan suami istri dari penginapan di Desa Bolon. 

"Kami ke lokasi setelah pasti ada kegiatan asusila. Itu juga berkat laporan masyarakat yang merasa risih," katanya. 

Para pasangan kumpul kebo itu diangkut ke kantor kecamatan Colomadu untuk dibina dan didata. Mereka kebanyakan warga dari luar Karanganyar. Mereka diwajibkan lapor ke markas Satpol PP selama sepekan. Jika kedapatan mengulang perbuatannya, kasusnya bakal diproses di pengadilan tindak pidana ringan. (Lim)

BERITA REKOMENDASI