Satpol PP Minta Maaf Sambil Bagi 200 Nasi Bungkus

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR, KRjogja.com – Aparat Satpol PP membagikan 200 nasi bungkus ke kalangan terdampak PPKM darurat Jawa-Bali di ruas jalan protokol di Kabupaten Karanganyar. Pembagiannya disertai permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelaku usaha.

“Ini inisiatif rekan-rekan yang bertugas di lapangan. Mereka seakan ikut merasakan kesulitan para PKL, lalu iuran. Dari uang pribadi anggota yang terkumpul, dibelikan nasi bungkus. Kemudian dibagikan ke mereka yang menggantungkan penghasilan di jalanan. Sekalian berbagi di Jumat berkah,” kata Kepala Satpol PP Karanganyar, Yopi Eko Jatiwibow, Jumat (16/7).

Dari markas yang tak jauh dari ruas Jl Lawu, aparat Satpol PP berjalan kaki ke sana. Lalu berlanjut dengan menaiki mobil dinas dari simpang empat Papahan ke simpang lima Tegalgede. Rombongan membagikan nasi bungkus itu ke pengayuh becak, jasa tambal ban, juru parkir, sampai pengais rezeki jalanan. Di tiap orang yang diberi, anggota Satpol PP meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan mereka akibat tindakan aparat. Mereka menunjukkan secarik kertas tertulis ‘Terima kasih pengorbanannya untuk PPKM Darurat. Mohon maaf atas ketentuan PPKM Darurat’.

“Semaksimal mungkin kami menjalankan tugas dengan santun. Begitu berat harus melihat saudara sendiri menutup usaha, menunda jualan dan tidak bisa mencari nafkah karena jalan ditutup. Kami pun tidak bermaksud jahat. Ini semua karena tugas. Semoga semua memahami,” lanjutnya.

Bagi-bagi nasi bungkus oleh Satpol PP direspons positif warga sekitar. Di sela perbincangannya dengan anggota, seorang PKL penjual camilan, Kirdi (50) menanyakan sampai kapan penutupan Jl Lawu berlangsung. Kirdi mengaku omzetnya menurun drastis. Tidak sedikit teman-temannya memilih libur jualan.

“Kapan pak jalanan dibuka lagi? Kalau semua bisa jualan, pasti corona pergi,” ujar Kirdi.

Pengusaha warung di ruas Jl Lawu, Sukiman mengapresiasi aparat Satpol yang tidak pernah pakai cara kasar. “Enggak seperti diberitakan di luar sana. Satpol PP di sini santun. Enggak pernah bongkar lapak. Semoga PPKM segera berakhir dan kondisi sedia kala. Bisa jualan dan yang beli juga ramai,” harapnya. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI