Satpol PP Sukoharjo Tangkap Pengemis Pura-pura Lumpuh

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo gencarkan razia dengan sasaran pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) selama puasa Ramadan. Kegiatan dilakukan setelah banyak laporan masyarakat mengeluhkan banyaknya PGOT dalam beberapa hari terakhir. Hasil razia petugas menangkap sejumlah PGOT bahkan satu diantaranya merupakan warga luar provinsi berpura-pura lumpuh menjadi pengemis di Pasar Ir Soekarno, Sukoharjo membawa uang hasil mengemis sebesar Rp 500.000.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, Jumat (23/04/2021) mengatakan jajarannya kemudian menindaklanjuti laporan masyarakat dengan menerjunkan petugas melakukan razia disejumlah tempat dibeberapa wilayah. Hasilnya Satpol PP Sukoharjo banyak menangkap PGOT seperti di wilayah Kecamatan Sukoharjo, Grogol dan Kartasura.

Satpol PP Sukoharjo bahkan dalam razia PGOT menangkap seorang pengemis berpura-pura lumpuh mengemis di Pasar Ir Soekarno, Sukoharjo. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan pendataan terhadap pengemis tersebut.

Hasilnya diketahui bahwa pengemis tersebut dalam kondisi sehat dan tidak lumpuh. Dalam pemeriksaan juga diketahui identitas kependudukan pengemis berpura-pura lumpuh berasal dari luar provinsi.

Heru menjelaskan, pengemis tersebut merupakan warga Jember, Jawa Timur sesuai identitas dalam Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). Satpol PP Sukoharjo dalam pemeriksaan mendapati barang bukti berupa uang tunai Rp 500.000 yang dibungkus dalam kantong plastik dan dibawa pengemis.

Pengemis tersebut setelah didata kemudian mendapatkan pembinaan dan peringatan keras dari Satpol PP Sukoharjo. Selain itu juga diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.

“Pengemis ini berpura-pura lumpuh agar dikasihani orang dan berharap diberi uang. Pengemis itu sudah kami beri peringatan dan pembinaan. Satpol PP Sukoharjo selama puasa Ramadan akan memperbanyak razia dengan sasaran PGOT setelah banyak laporan masyarakat masuk,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan juga diketahui bahwa pengemis yang berpura-pura lumpuh selama ini tinggal ditempat kos di Kota Solo. Pengemis tersebut mangkal di Pasar Ir Soekarno, Sukoharjo diantar menggunakan ojek online.

“Dari pengakuan pengemis itu baru dua jam mangkal di Pasar Ir Soekarno, Sukoharjo bisa dapat uang Rp 200.000. Uang itu hasil pemberian orang yang berada di pasar. Karena merasa kasihan pengemis itu dikira lumpuh akhirnya orang yang melihat memberi uang. Padahal kondisi pengemis itu sehat dan tidak lumpuh,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI