Sawah Diserang Wereng, Dibutuhkan Populasi Musuh Alami

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Wereng batang cokelat (WBC) menyerang ke 1.600 hektare sawah yang tersebar di 17 kecamatan di Karanganyar. Faktor cuaca lembab dan minimnya musuh alami organisme pengganggu tanaman (OPT) itu makin memperparah kondisi.
 
“Serangan wereng cukup banyak. Di luasan 1.600 hektare itu kategorinya terancam gagal panen, namun belum sampai puso,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Karanganyar, Supramnaryo kepada KR

, Selasa (13/6). 

Jika dibanding dengan total luasan tanam padi di Karanganyar sekitar 50 ribu hektare, serangan WBC di 1.600 hektare sawah terhitung sedikit. Namun bagi petani di lokasi terdampak, hal itu menimbulkan kerugian tidak sedikit. Mereka harus mengeluarkan energi ekstra untuk mencegah serangan tak kian parah. Supramnaryo mengatakan, penyemprotan pestisida sebenarnya sudah dilakukan sejak awal musim tanam. Hanya saja kelembaban udara mendukung perkembangbiakan pesat wereng. 

“Biasanya wereng bergerak ke pucuk tanaman karena panas sinar matahari di pagi hari. Posisi itu memudahkan petani memberantasnya. Saat ini seringnya mendung. Pemberantasannya juga susah,” katanya menyebut salah satu faktor sulitnya mengatasi serangan wereng. 

Populasi WBC merebak juga diakibatkan musuh alaminya berkurang. Dikatakan, populasi burung dan serangga pemakan wereng sudah jarang terlihat karena diburu manusia untuk konsumsi. Menurut Supramnaryo, ledakan populasi wereng disebabkan kondisi alam yang tidak seimbang. 

“Sebenarnya wereng itu ada sepanjang waktu. Kalau populasinya meledak, pasti ada populasi spesies lain yang berkurang. Sebenarnya hanya butuh keseimbangan saja untuk mengontrol,” katanya. 

Kini, pihaknya sedang menginventarisasi daftar musuh alami wereng dari spesies serangga maupun burung. Kemudian menyampaikannya ke petani supaya dibudidayakan di sawah. Selain itu, petani disarankan menanam tumbuhan pengganti padi yang disukai wereng seperti kenikir dan tapak doro. Lebih lanjut dikatakan, areal sawah di Karangpandan paling riskan mengembangbiakkan wereng. Di wilayah itu, penanaman padi tanpa jeda sepanjang tahun. 

“Wereng bertelur dan menetas di tanaman muda. Di Karangpandan, sepanjang tahun sawahnya ditanami padi dan tidak serentak. Kondisi itu cocok untuk perkembangbiakan wereng. Inilah sulitnya menyadarkan petani di sana,” katanya. 

Camat Jaten, Aji Pratama Heru menyampaikan serangan wereng di sawah delapan desa mencapai 267 hektare. Saat ini petani ketar-ketir.  “Semua desa di Jaten terserang wereng. Semoga masih bisa mengejar panen. Dalam kurun waktu dua pekan terakhir ini sudah dua kali penyemprotan massal. Sejauh ini masih terus diamati. Jangan sampai lebaran malah tangisan,” katanya. (R-10)

BERITA REKOMENDASI