SBC 2016, Menari Berbalut Keemasan Jawa Dwipa

SOLO (KRjogja.com) – Gelaran Solo Batik Carnival (SBC) yang kali ini memasuki tahun ke sembilan, berbalut masa keemasan Pulau Jawa yang termanivesatasikan dalam berbagai desain busana karnaval. Terbagi dalam empat kelompok, sekitar 300 peserta gelaran tahunan ini, memamerkan kepiawaiannya beriolah tubuh dan rancangan busana pada cat walk sepanjang 4 kilometer dari Stadion Sriwedari hingga Beteng Vasternburg, Minggu (23/7/2016) sore hingga petang.

Desain busana yang disuguhkan dalam SBC ke-9 ini, jelas Pengarah Artistik SBC, Yanuar Pribadi, memang terinspirasi dari mustika Jawa Dwipa, masing-masing candi, lampu hias, keris, dan gamelan. Lewat proses kreatif selama empat bulan terakahir, empat mustika itu dituangkan dalam desain busana secara realis, dengan tetap mengedepankan elemen busana karnaval berbahan dasar batik aneka corak dan motif.

Sebagai event tahunan, jelasnya, rancangan busana maupun ide dasar harus dinamis agar untuk mengantisipasi kejenuhan, baik di kalangan peserta maupun penonton. Ini menjadi tantangan tersendiri, sebab peserta yang skaqligus berperan sebagai desainer busana yang dikenakan masing-masing, mesti mengeksplorasi seluruh daya imajinasi dan kreasi, hingga terlahir bisana karnaval menarik, semarak, dan tak terklalu memberatkan ketika harus berjalan sambil menari menempuh jarak 4 kilometer.

Rasanya tak sia-sia usaha kreatif peserta SBC kali ini, sebab ribuan penonton memadati sepanjang lintasan dari garis start hingga finish. Beberapa tahun lalu, gelaran ini sempat mengalami penurunan baik jumlah peserta maupun kualitas tampilan, hingga sempat mengundang reaksi sejumlah kalangan untuk menghentikan event tersebut. SBC yang telah terselenggaran hingga sembilan kali, tambah Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, tak boleh berhenti, sebaliknya justru dikembangkan dengan mencurahkan segala kemampuan kreatif warga Solo.

Kalaupun di tengah perjalanan sempat muncul penilaian miring, menurutnya, sebagai bentuk kritik sekaligus cambuk untuk berbenah diri, agar penampilan SBC ke depan semakin baik dan mampu menarik minat wisatawan. Walikota yang juga berbaur dengan peserta SBC mengenakan busana SBC minimalis, mengapresiasi penyelenggraan SBC tahun ini cukup semarak, dan lebih baik ketimbang tahun-tahun sebelumnya. "Saya juga melihat sejumlah wisatawan manca negara ikut menyaksikan SBC," ujar pria bersapaan akrab Rudy ini. (Hut)

BERITA REKOMENDASI