Sediakan Sanggar Inklusi Paguyuban Difabel Sehati Apresiasi Pemkab Sukoharjo

Editor: Ary B Prass

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo mengapresiasi besarnya dukungan Pemkab Sukoharjo terhadap keberadaan disabilitas dan anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan menyediakan sanggar inklusi disemua kecamatan. Fasilitas tersebut sangat mendukung tumbuh kembang sekaligus penyetaraan terhadap ABK mendapat perhatian dari pemerintah baik dalam bentuk pelayanan kesehatan, pendidikan dan lainnya.

Ketua Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo Edy Supriyanto, Senin (23/5) mengatakan, langkah Pemkab Sukoharjo menyediakan sanggar inklusi disemua kecamatan sangat luar biasa. Gerakan tersebut membuat Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo memberikan apresiasi yang tinggi. ABK tidak hanya diperhatikan dari satu sisi saja seperti bidang pendidikan dengan sebelumnya tersedia Sekolah Luar Biasa (SLB), namun juga dukungan dan perhatian dari pemerintah memberikan semangat tinggi bagi orang tua dan disabilitas.

“Pemkab Sukoharjo sangat peduli dan Bupati Sukoharjo Etik Suryani bersama Wakil Bupati Agus Santosa turun langsung memimpin dan menemui disabilitas dan ABK keliling sanggar inklusi. Kami sangat mengapresiasi dan ini bentuk dukungan luar biasa bagi kami dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo lega dengan kehadiran Pemkab Sukoharjo ditengah tingginya kebutuhan perhatian pada ABK. Sebab mereka sangat butuh diperhatikan karena tidak bisa memenuhi kebutuhan sediri dan perlu mendapat dukungan dari orang lain.

“Tempat berupa sanggar inklusi, tenaga pengajar, pelayanan terapis bagi disabilitas hingga tambahan makanan bergizi semua sudah disediakan ibu Bupati dan bapak Wakil Bupati. ABK ini jadi lebih semangat lagi belajar,” lanjutnya.

Edy mengatakan, perkembangan sekarang menunjukan pertumbuhan pesat dimana dalam waktu tidak lama semua kecamatan akan memiliki sanggar inklusi. Dari 12 kecamatan yang ada sebagian besar telah memiliki sanggar Inklusi sendiri. Sedangkan sisanya akan segera berdiri dalam waktu dekat.

“Kami minta pihak pemerintah kecamatan, kelurahan dan desa juga ikut peduli setelah ada perhatian besar dari Pemkab Sukoharjo. Sebab secara fisik bangunan ada di wilayah para camat, lurah dan kepala desa. Bahkan bupati sudah turun langsung memimpin ke sanggar inklusi,” lanjutnya.

Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo akan terus memantau perkembangan sanggar inklusi di masing-masing kecamatan. Pemantauan baik terhadap fisik bangunan, fasilitas, pelayanan dan ABK itu sendiri. Edy menegaskan, apabila ada kendala dalam pelaksanaan akan langsung dilaporkan ke Pemkab Sukoharjo.

“Dari Dinas Sosial Sukoharjo sudah turun membantu. Terus kami koordinasikan dengan petugas. Jangan sampai ada kendala yang menghambat perkembangan sanggar inklusi dan anak itu sendiri,” lanjutnya.

Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo mencatat ada cukup banyak ABK dengan jumlah bervariasi tersebar di 12 kecamatan. Kondisi di masing-masing berbeda dan nantinya bisa mendapatkan pelayanan di sanggar inklusi yang telah disediakan Pemkab Sukoharjo.

Untuk memastikan ABK sudah tertangani di sanggar inklusi, Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo juga akan memantau ditingkat desa dan kelurahan bersama Dinas Sosial Sukoharjo. Harapannya tidak ada ABK tercecer dan tidak mengakses sanggar inklusi.

“Ibu Bupati sudah meminta kepada para orang tua untuk tidak perlu malu. ABK ini perlu mendapat dukungan dan Pemkab Sukoharjo sudah sangat luar biasa memfasilitasi sanggar inklusi. Jadi para orang tua bisa mengikutkan ABK ke sanggar inklusi terdekat,” lanjutnya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo Suparmin, mengatakan, sebanyak tujuh kecamatan sudah memiliki sanggar inklusi sendiri. Artinya kepemilikan penuh dimiliki kecamatan. Tujuh kecamatan yang sudah memiliki sanggar inklusi sendiri tersebut yakni Kecamatan Nguter, Kecamatan Bendosari, Kecamatan Polokarto, Kecamatan Gatak, Kecamatan Grogol, Kecamatan Weru dan Kecamatan Bulu.

Bangunan sanggar inklusi telah berdiri dan diresmikan penggunaanya. Sanggar inklusi sekarang telah digunakan untuk ABK di kecamatan tersebut. Dinsos Sukoharjo terus memberikan pendampingan terhadap keberadaan sanggar inklusi.

BERITA REKOMENDASI