Sejumlah Desa di Sukoharjo Gelar Rekrutmen Perangkat Desa

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sejumlah desa melakukan pengisian kekosongan perangkat desa. Teknis pengisian dilakukan secara terbuka dengan diketahui masyarakat. Pemkab Sukoharjo sengaja mempercepat pengisian untuk menghindari terjadinya masalah kekosongan jabatan terlalu lama. Dengan demikian pelayanan pada masyarakat bisa terus berjalan.

Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Pemkab Sukoharjo Setyo Aji Nugroho, Senin (9/9) mengatakan, terhitung sejak periode Juli-Agustus lalu ada sejumlah desa melakukan pengisian kekosongan posisi jabatan perangkat desa. Kekosongan terjadi lebih disebabkan karena faktor perangkat desa yang menjabat sebelumnya pensiun. Usia pensiun perangkat desa bervariasi mulai 60 tahun – 65 tahun.

“Secara detail saya kurang hafal yang jelas sudah ada beberapa desa melakukan pengisian jabatan perangkat desa yang kosong karena pejabat sebelumnya pensiun. Pengisian akan terus dilakukan,” ujarnya.

Aji mengatakan, pengisian kekosongan perangkat desa seperti dilakukan dibeberapa desa di wilayah Kecamatan Grogol beberapa waktu lalu. Pengisian dilakukan untuk posisi sekretaris desa (Sekdes) dan sejumlah kepala seksi (kasie).

Pengisian juga akan dilakukan dibeberapa desa di wilayah Kecamatan Mojolaban. Rencananya kegiatan tersebut dilaksanakan dalam beberapa waktu kedepan.

“Catatan saya ada beberapa desa di Kecamatan Grogol sudah selesai dan setelah ini beberapa desa di Kecamatan Mojolaban dan Weru,” lanjutnya.

Secara teknis pengisian kekosongan jabatan perangkat desa dilakukan oleh Pemerintah Desa dengan pengajuan ke Pemkab Sukoharjo. Pengajuan dilakukan dengan membuat laporan resmi posisi jabatan perangkat desa apa saja yang kosong. Tahap selanjutnya Pemkab Sukoharjo akan melakukan proses sesuai dengan tahapan.

Tahapan pertama dilakukan oleh Pemerintah Desa dengan membentuk panitia pemilihan ditingkat desa. Selanjutnya dilakukan pengumuman akan dilaksanakan rekrutmen atau pengisian lowongan perangkat desa. Berikutnya pendaftaran digelar selama 10 hari terhadap siapa saja yang berkenan mengikuti proses pengisian perangkat desa.

Setelah selesai maka dilakukan penelitian berkas pendaftaran oleh panitia. Penelitian dilakukan untuk melihat kelengkapan syarat yang sudah dikumpulkan. “Panitia melakukan penelitian tidak hanya berkas saja namun pengecekan kemampuan dasar. Seperti untuk lowongan sekdes wajib bisa mengoperasionalkan komputer maka dilakukan tes khusus tersebut,” lanjutnya.

Tahapan tidak kalah penting yakni digelar seleksi tertulis dimana soal dibuat oleh panitia desa. Namun apabila membutuhkan bantuan maka akan dibantu Pemkab Sukoharjo.

“Tes terakhir berupa wawancara dilakukan oleh kepala desa setempat. Hasilnya akan disampaikan sebagai rekomendasi diberikan pada camat,” lanjutnya.

Aji menegaskan, selama proses pengisian perangkat desa dilakukan secara terbuka dan transparan. Sebab setiap tahap dilakukan ada aturannya dan dipantau langsung masyarakat. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI