Sejumlah Posisi Jabatan di Pemkab Sukoharjo Kosong

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Posisi sejumlah jabatan di Pemkab Sukoharjo kosong karena pejabat sebelumnya yang mengisi sudah pensiun atau menjelang masa pensiun. Kekosongan tersebut belum diisi oleh pejabat definitif dan baru ditempati pelaksana tugas (Plt). Paling banyak kekosongan terjadi pejabat esselon II.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sukoharjo Joko Triyono, Senin (28/1) mengatakan, posisi jabatan yang kosong tersebar disejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Kekosongan paling strategis yakni jabatan esselon II seperti Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Sekretaris DPRD, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelbangda). Sampai sekarang kekosongan jabatan tersebut belum terisi dan hanya ditempati Plt. 

Kekosongan jabatan juga terjadi pada posisi staf ahli dan belum diisi pejabat definitif. Pemkab Sukoharjo sudah melakukan persiapan pengisian kekosongan jabatan tersebut.

Jumlah kekosongan posisi jabatan di Pemkab Sukoharjo akan semakin bertambah banyak karena ada beberapa pejabat memasuki masa pensiun. Pengisian kekosongan jabatan dilakukan sesuai ketentuan dan aturan berlaku.

"Untuk mengisi jabatan esselon II, sesuai aturan yang ada harus melalui seleksi terbuka oleh tim independen dan hal itu sudah dilakukan dalam beberapa tahun tahun terakhir," ujarnya.

Khusus untuk pengisian esselon II BKPP Sukoharjo masih menunggu putusan bupati kapan akan membuka seleksi terbuka. Apabila sudah ada keputusan waktunya maka akan diumumkan ke masyarakat. Calon pejabat yang akan mendaftarkan diri wajib memenuhi sejumlah persyaratan. Seleksi sepenuhnya nanti akan ditangani oleh tim independen.

"Secara umum kekosongan jabatan memang harus segera diisi. Tapi kondisi sekarang masih bisa diemban Plt untuk pelayanan tugas dan belum ada temuan masalah," lanjutnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa mengatakan, memang banyak posisi jabatan di Pemkab Sukoharjo yang kosong. Kekosongan memang belum terisi pejabat definitif dan baru ditempati Plt saja. Meski diisi Plt namun tidak sampai mengganggu pelayanan pada masyarakat.

Kekosongan jabatan tersebut seperti terjadi pada esselon II, III dan IV.  Terkait pengisian jabatan tersebut berbeda dengan pengisian jabatan esselon II yang menggunakan mekanisme seleksi terbuka. Untuk jabatan esselon III dan IV cukup dilakukan oleh bupati dengan masukan dan saran dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

Proses pengisian sudah dilakukan oleh Baperjakat dengan menyusun personil yang akan ditempatkan di posisi tertentu dan melaporkannya ke Bupati. Sedangkan penentuan keputusan diserahkan sepenuhnya kepada bupati. 

"Kekosongan jabatan memang harus segera diisi agar membuat kinerja pelayanan maksimal. Pengisian masih menunggu proses," ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI