Sekar Saka Surendra Hibur Perantau

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Pentas drama tari Sekar Saka Surendra mengundang decak kagum seribuan warga Karanganyar perantau di pendopo Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (17/12/2017). Seniman Karanganyar berkesempatan mementaskannya di event rutin oleh Pemprov Jawa Tengah  itu.  

“Kami berkesempatan menampilkan kesenian daerah, dengan difasilitasi Pemprov. Kesempatan ini sekaligus bertemu para perantau asal Karanganyar yan bekerja di Jabodetabek. Tahun ini, Karanganyar mempersembahkan drama tari dan campur sari,” ujar Bupati karanganyar, Juliyatmono kepada KRJOGJA.com, Senin (18/12/2017).

Seribuan penonton itu tergabung di perkumpulan warga Karanganyar peratau seperti Paguyuban Warga Karanganyar (Pagar Anyar), Cah Karanganyar Rantau (Cakra), Sedulur Bumi Karanganyar (Sebra), Komunitas Pesbuker Karanganyar (KPK) dan Paguyuban Warga Karanganyar Surakarta (PWKS).  

Sutradara tari, Ari Kuntarto mengatakan Sekar Saka Surendra menceritakan cikal bakal berdirinya Desa Tasikmadu yang diadopsi dari cerita Sondokoro. Dikisahkan, Tumenggung Jaya Lelono ingin mempersunting Sri Widowati dan Setyowati, yakni dua putri dari seterunya Kyai Sondo dan Nyai Koro. Kubu sang tumenggung berniat menguasai sedangkan kubu pasangan Sondo dan Koro tak mau ditaklukkan, maka terjadilah perang sengit selama 40 hari tanpa keluar pemenang.

“Inti dari cerita tersebut jangan sampai harta benda membutakan kita, tapi dengan harta tersebut menjadikan sesama lebih bahagia dan sejahter”, ujar Ari Kuntarto.  

Dalam mementaskan itu, ia menggandeng para seniman ketoprak dan orkestra gamelan asal Karanganyar sekitarnya. Usai menyaksikan drama tari, para penonton disuguhi orkes campur sari.  

Bupati menambahkan, Pemkab Karanganyar warga perantau bergabung di paguyuban-paguyuban kedaerahan. Khusus bagi warga Karanganyar di Jabodetabek, mereka diimbau ikut bersinergi dengan pemerintah di Jakarta dan membawa nama baik Bumi Intanpari di tanah rantau. (Lim)

BERITA REKOMENDASI