Sekolah Diminta Tidak Terpancing Isu Penculikan Anak

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sekolah diminta tenang namun tetap waspada karena kemunculan isu kasus penculikan anak disejumlah daerah. Hal serupa juga diminta pada masyarakat untuk membantu keamanan bersama dan tidak terpancing isu menyesatkan. Apabila menemukan kecurigaan maka dipersilahkan melaporkan temuan ke petugas terdekat.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Darno, Senin (5/11) mengatakan, beberapa hari terakhir memang ramai diberitakan kasus penculikan anak disejumlah daerah. Pelaku dikabarkan menyasar sekolah dan membuat resah guru dan orang tua murid. Namun kabar yang sudah beredar tersebut belum diketahui kebenarannya karena pelaku belum tertangkap.

Kondisi tersebut dikhawatirkan berpengaruh di Sukoharjo setelah sebelumnya muncul kabar penculikan anak dibeberapa wilayah. Namun dengan tegas Darno mengatakan kabar tersebut juga belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya dan justru hanya membuat resah masyarakat.

Berkaitan dengan hal tersebut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo meminta pada sekolah tenang dan tidak terpancing isu menyesatkan. Sekolah juga diminta waspada terhadap kerawanan keamanan yang bisa saja muncul di lingkungan sekolah.

Bentuk kewaspadaan sekolah bisa dilakukan dengan memaksimalkan pengawasan dari guru. Termasuk juga melibatkan pegawai lain dan petugas keamanan seperti satpam sekolah. Pengetatan juga dapat dilakukan dengan pengawasan melalui kamera CCTV.

"Kabar penculikan di luar yang kami sendiri belum menyakini kebenarannya memang sasarannya anak anak. Jadi sekolah pada jenjang paling bawah seperti PAUD, TK dan SD harus lebih diperketat lagi pengawasannya. Pastikan yang mengantar dan menjemput anak di sekolah itu orang tua atau anggota keluarganya," ujar Darno.

Kabar penculikan anak dikatakan Darno tidak terlalu berdampak pada kegiatan belajar mengajar di sekolah. Tapi lebih membuat resah masyarakat khususnya orang tua murid. Mereka memperketat pengawasan terhadap anak di sekolah.

"Sekolah sudah kami minta merespon kabar soal itu dan jangan lengah. Tapi jangan pula terpancing dengan melakukan hal di luar kendali pendidikan. Karena sekolah pada dasarnya bertugas mendidik anak," lanjutnya.

Beberapa sekolah sudah merespon atas munculnya kabar penculikan anak dengan membuat surat edaran pada orang tua murid. Salah satu isinya berkaitan dengan kewaspadan dan tetap diminta tenang untuk tidak terpancing isu.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengatakan, meminta pada masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing kabar yang belum tentu diyakini kebenarannya. Apabila masyarakat menemukan informasi apapun tidak hanya soal penculikan anak dan itu membuat pertanyaan atau meresahkan maka bisa menanyakannya ke petugas terdekat. Konfirmasi awal ditegaskan kapolres menjadi cara mencegah masyarakat terjebak oleh isu menyesatkan.

Kapolres mengatakan, soal isu penculikan anak pihaknya sudah mendengar dari anggota muncul disejumlah wilayah di Sukoharjo. Tapi tidak ada satupun kabar yang benar karena tidak ada kasus penculikan anak di Sukoharjo. Polres Sukoharjo meminta pada masyarakat termasuk pihak sekolah yang jadi sasaran isu tempat penculikan untuk tetap tenang.

"Saya sudah perintahkan pada semua kapolsek dan masing masing anggota di wilayah tidak terkecuali Bhabinkamtibmas untuk terjun langsung menyambangi masyarakat dan sekolah. Keberadaan polisi di tengah mereka menjadi jaminan keamanan," ujarnya.

Pengamanan patroli keliling juga dilakukan Polres Sukoharjo dengan menyebar anggota disejumlah wilayah. Tidak hanya untuk pencegahan penculikan anak namun juga tindakan kriminal lainnya seperti pencurian.

"Misal sekarang anggota Bhabinkamtibmas harus rutin menyambangi sampai ke perkampungan di wilayah tugasnya untuk deteksi dini masalah. Apalagi kerawanan keamanan semakin tinggi menjelang Pilkades serentak Desember nanti dan Pemilu 2019," lanjutnya. (Mam)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI