Sektor Restribusi Wonogiri Naik 120 Persen

Editor: Ivan Aditya

WONOGIRI, KRJOGJA.com – Pemkab Wonogiri berhasil menggenjot pendapatan aseli daerah (PAD) Wonogiri dari sektor restribusi naik hingga 120 persen. Tahun lalu capaian pendapatan retribusi daerah tersebut jauh di bawah target yang ditetapkan. Bupati Wonogiri Joko Sutopo menyampaikan hal itu salam sidang paripurna dengan agenda jawaban eksekutif atas pemandangan umum sejumlah anggota DPRD di Ruang Paripurna DPRD Wonogiri, Rabu (02/06/2021).

Menurut bupati kenaikan income retribusi daerahnya terjadi setelah pihak pemkab khususnya Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Wonogiri menerapkan sistem baru penggalian pajak dan retribusi dibarengi pengawasan dan monitoring yang ekstra ketat. “Dalam kesempatan ini saya perlu memberikan penghargaan kepada perangkat pemkab di bawah hingga Ketua RT dan RW yang sudah bekerja keras mengumpulkan retribusi seperti PBB atau pajak bumi dan bangunan,” tutur bupati yang akrab disapa Jekek.

Untuk memacu penarikan PBB lunas sebelum jatuh tempo, kata dia, kami ‘mengancam’ sebelum lunas (PBB) maka bupati tidak akan menandatangani pencairan dana bantuan desa. “Buktinya sangat efektif para kades dan camat sebagai koordinator berkompetisi bagaimana agar PBB lunas lebih awal,” tutur Jekek.

Menjawab pertanyaan media, sebelum sistem baru diterapkan potensi angka retribusi daerah Wonogiri sekitar Rp 8 miliar setahun namun hanya bisa dicapai Rp 4 milaran. Ditandaskan, menyusul adanya sistem baru termasuk monev (monitoring dan evaluasi) hingga pembenahan sumberdaya manusia (SDM) perolehan sektor pajak dan retribusi kini naik antara 119 hingga 120 persen. (Dsh)

BERITA REKOMENDASI