Selain Kering, Air Sumur Bor di Krendowahono Terasan Asin

KARANGANYAR, KRJOGJA.com -Masalah kekeringan di Dusun Ngrawan dan Dusun Dukuh di Desa Krendowahono, Gondangrejo semakin pelik. Pembuatan sumur artesis yang digadang-gadang mengalirkan air bersih secara permanen, teryata tak dapat dikonsumsi karena terasa asin.

“Enggak bisa dikonsumsi. Meski sudah dikuras, masih saja air terasa asin,” kata Kepala Desa Krendowahono, Syarif Hidayat kepada KR

, Senin (23/9).

Sumur tersebut dibor di dua lokasi, yakni di Dusun Ngrawan Rt 01/Rw I dan Dusun Dukuh Rt 02/Rw I dengan kedalaman 120 meter lebih. Warga di dua dusun itu terdampak kekeringan seiring musim kemarau yang menyusutkan sumber-sumber air di wilayah tersebut. Dulunya mereka mengandalkan sumur bor bantuan Dinas Pekerkaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Namun karena mengalami kerusakan, Pemerintah Desa Krendowahono mengajukan bantuan lagi. Kali ini, penyokong dana adalah Baznas Kabupaten Karanganyar.  

Pengeboran sumur bantuan Baznas telah dilakukan sejak Agustus. Dikarenakan faktor geografis dan teknis, pengeboran harus berpindah tempat dan dilakukan di titik kedua yang jaraknya sekitar 3 meter dari titik pertama.

“Pengeboran berlangsung sepekan. Saat dicoba, air yang keluar rasanya asin. Sebenarnya akan disedot terus dengan harapan lambat laun airnya tawar. Tapi malah mesin rusak,” katanya.

Pemdes Krendowahono memutuskan berkonsultasi ke Baznas dan DPUPR. Tim teknis diharapkan memberi solusi permanen penyediaan air bersih bagi ratusan jiwa penduduknya. Ia mengaku beruntung keresahan warganya direspons para dermawan melalui dropping

air bersih. Saat ini, ia menghentikan sementara bantuan air bersih dari BPBD dan PUDAM Tirta Lawu karena bantuan serupa dari nonpemerintah terhitung cukup.

“Air bersih dari pemerintah disetop dulu sementara. Sebab, bantuan dari luar cukup banyak. Sehari bisa dua tangki sampai enam tangki ukuran 5.000 liter. Nanti kalau bantuan dari luar tidak lagi ada namun masih kekeringan, baru kita mintakan lagi drpopping dari pemerintah,” katanya.

Wakil Ketua Baznas Karanganyar Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iskandar meminta seluruh pihak mencari solusi terbaik penyediaan air bersih di Krendowahono. Bersama Pemerintah Kecamatan Gondangrejo, mereka akan mengundang panitia desa, DPUPR, DKK dan DLH.

“Para pakar di bidangnya diminta saran. Bagaimana langkah ke depannya. Bahkan peneliti dari UNS juga akan dilibatkan,” katanya.

Sejauh ini, Baznas menyokong dana pembuatan sumur bor Rp 80 juta. Sebagian telah dipakai dalam pengadaan alat dan biaya pekerja.

“Misalnya sudah terpakai, nanti minta sengkuyung dari masyarakat dan pemerintah. Kebutuhan air sangat vital,” katanya. (lim)

BERITA REKOMENDASI