Selama 2019, Solo Raya Deportasi 9 WNA

Editor: KRjogja/Gus

SOLO, KRJOGJA.com – Sebanyak sembilan warga negara asing (WNA) di deportasi dari wilayah Solo Raya sepanjang tahun 2019. WNA tersebut di deportasi karena menyalahi ijin tinggal dan sebagian lagi disebabkan over stay.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi ) Kelas I Surakarta, Said Ismail didampingi Pelaksana tugas (Plt) Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Lucky Budi Darmawan, Senin (30/12/2019) mengatakan dari jumlah tersebut, para WNA terdeportasi berasal dari India, Tajikistan, Jepang, China, Jerman, Yaman, Malaysia, Amerika Serikat dan Denmark.

Plt Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Lucky Budi Darmawan merinci, tujuh dari WNA tersebut menyalahi ijin tinggal. Sedangkan dua sisanya overstay atau tinggal melebihi masanya.

"Dua orang diantaranya tersandung Pasal 78 Undang-Undang nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yakni
melebihi masa tinggal yang diberikan. Selain itu ada dua WNA juga terjerat kasus hukum. Yang satu tengah menjalani masa hukumnya sedangkan yang satu sudah mendapatkan kejelasan dimana kasusnya dihentikan karena tidak cukup bukti," paparnya.

Lucky menambahkan, satu WNA yang terkena kasus hukum namun dihentikan karena tidak cukup bukti merupakan seorang mahasiswa salah satu universitas terkenal di Solo diduga melakukan aksi pembajakan film.

"Namun kemudian dihentikan karena tidak ada bukti yang cukup. Maka dia dilepaskan dan melanjutkan studinya," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Said Ismail menambahkan, jumlah WNA yang dipulangkan ke negara asalnya mengalami penurunan. Jika tahun 2018 ada 11 WNA, tahun 2019 hanya sembilan orang WNA yang di deportasi.

"Sembilan WNA yang di deportasi ini terdiri laki-laki ada enam orang, perempuan ada satu orang dan pro yusticia satu orang," paparnya. (Hwa)

 

 

BERITA REKOMENDASI