Selama Pandemi, Aset Pendidikan Nihil Pemeliharaan Rutin

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Fasilitas pendidikan milik pemerintah rawan rusak dan terbengkalai selama pembelajaran di luar sekolah. Untuk mengatasinya, manajemen sekolah diminta memeliharanya secara mandiri.

“Kami mempertanyakan maintenance gedung sekolah bagaimana? Jangan biarkan terbengkalai hanya karena KBM di luar sekolah. Biasanya kan yang bersih-bersih itu peserta didik yang piket. Sekarang tidak ada anak di sekolah. Meski tidak ada pembelajaran tatap muka, mbok ya diperhatikan jangan sampai rusak dibiarkan saja,” kata Anggota Komisi IV DPRD Karanganyar Endang Muryani kepada KR

, Senin (11/1).

Endang meyakini pemeliharaan aset dan fasilitas pendidikan kurang bagus selama masa Pandemi Covid-19. Menurutnya, kondisi gedung sekolah yang diramaikan peserta didik berlainan dengan gedung tanpa penghuni. Saat ini, pembelajaran tatap muka belum dibuka.

Lebih lanjut Endang meminta jaminan pemerintah terkait keutuhan fasilitas tersebut. Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tarsa mengatakan anggaran pemeliharaan gedung sekolah nihil di tahun ini. Meski demikian, APBD tetap bisa mengalokasi anggaran pemulihan fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana alam. Sumbernya dari belanja tak terduga (BTT).

BERITA REKOMENDASI