Seluruh Desa di Sragen Harus Ramah Anak

Editor: KRjogja/Gus

SRAGEN, KRJOGJA.com – Sebanyak 208 desa dan kelurahan serta 20 kecamatan di Kabupaten Sragen mendeklarasikan sebagai desa, kelurahan dan kecamatan ramah anak. Deklarasi dipimpin Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati, di Ruang Sukowati Kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Senin (11/2).

Acara dihadiri seluruh kepala desa (kades), lurah dan camat se-Sragen. Deklarasi dilakukan sebagai upaya mempertahankan predikat Sragen sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA), yang diraih pada 2018 lalu dan diharapkan bisa naik peringkatnya dari tingkat Pratama ke Madya.

Bupati Yuni mengatakan, saat ditetapkan sebagai KLA tingkat Pratama, Sragen memang hanya ada lima desa dan 11 kecamatan ramah anak. Karena itu pihaknya berharap pada 2019 ini bisa memacu agar seluruh desa, kelurahan dan kecamatan tanpa terkecuali semua harus ramah anak.

Harapannya, pada akhir tahun saat penilaian KLA, Kabupaten Sragen bisa meraih predikat KLA ke tingkatan yang lebih tinggi. "Pada 2018 Sragen mendapat predikat KLA tingkat Pratama dan harapannya tahun ini bisa naik ke tingkat Madya," ujar Yuni didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan, Tugiyono yang juga Ketua Satuan Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak.

Sebagai salah satu konsekuensinya, maka desa harus memiliki anggaran untuk kegiatan mewujudkan ramah anak. Besarannya tidak ditentukan, tetapi diserahkan kepada pihak desa sendiri untuk mengatur persentasenya masing-masing.

Terlebih tahun ini Pemkab Sragen juga memiliki fokus menjadikan Sragen Smart City, yang juga diberlakukan hingga ke tingkat desa dan kelurahan. "Besarannya kami serahkan kepada pihak desa, mereka yang mengaturnya tetapi skala prioritasnya harus bisa terwujud. Misalkan saja untuk membuat perpustakaan desa, silahkan saja sebab petunjuknya banyak," tutur Yuni. (Sam)

BERITA REKOMENDASI