Semangat Pemkab Sragen Membara, Tapi Dana Revitalisasi Pasar Menyusut

SRAGEN, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen terus melakukan program revitalisasi pasar tradisional. Pada 2018 ini, jumlah pasar yang disasar program tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu.

Bila tahun lalu jumlah pasar tradisional yang direvitalisasi hanya dua, yaitu Pasar Kebonromo Kecamatan Ngrampal dan Pasar Sumberlawang di Kecamatan Sumberlawang, tahun 2018 meningkat menjadi lima pasar tradisional. Tapi meski jumlah pasar yang direvitalisasi bertambah, namun dari sisi anggaran, alokasi dana revitalisasi pasar tradisional pada tahun ini menurun.

Berdasarkan catatan, anggaran revitalisasi pasar tahun ini hanya Rp 10,5 miliar, menyusut jauh dibanding tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari Rp 20 miliar. Rinciannya Rp 4,5 miliar untuk renovasi empat pasar yaitu yaitu Pasar Ngarum (Kecamatan Ngrampal), Pasar Sambi (Sambirejo), Pasar Kadipiro (Sambirejo), dan Pasar Pucuk (Ngrampal). Renovasi ke empat pasar itu saat ini sedang berjalan. Selain itu Rp 6 miliar untuk pembangunan Pasar Blimbing, Kecamatan Sambirejo.

"Yang empat pasar sudah mulai dikerjakan, mudah-mudahan bisa selesai sesuai jadwal," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen, Untung Sugihartono, Senin (25/6/2018).

Dana Rp 6 miliar untuk revitalisasi Pasar Blimbing dari Kemendag semula merupakan respons atas usulan revitalisasi Pasar Gemolong yang anggarannya sebesar Rp 75 miliar. Tapi lantaran alokasi anggaran sangat jauh dari kebutuhan, Pemkab Sragen bermaksud mengalihkan anggaran tersebut untuk revitalisasi Pasar Blimbing.

Menurut Untung revitalisasi pasar tradisional memag menjadi program prioritas Pemkab Sragen. Tujuannya untuk memperkuat pasar rakyat sebagai simpul ekonomi. Jangan sampai pasar rakyat kalah dengan pasar modern.

Tak hanya membangun fisik pasar, jelas Untung, Pemkab Sragen juga melakukan upaya promosi pasar. Contohnya dengan keteladanan belanja di pasar tradisional yang dilakukan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, beserta para pimpinan organisasi pemerintah daerah (OPD) beberapa waktu lalu. Diharapkan dengan adanya keteladanan dari Bupati dan jajarannya, kepercayaan rakyat kepada pasar tradisional kian kuat.

"Pasar-pasar rakyat kita saat ini bagus-bagus, bersih, dan rapi. Kesan kumuh, dan semrawut, semakin terkikis oleh program-program Pemkab," jelasnya.

Untung juga berharap dengan semakin banyaknya warga yang belanja di pasar tradisional bisa mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Sebab target PAD tahu 2018 mencapai Rp 6 miliar. Apalagi tahun ini retribusi pasar hewan dialihkan ke Dinas Perikanan dan Peternakan. Di Sragen ada dua pasar hewan, yakni Pasar Nglangon dan pasar hewan di Sumberlawang.

"Ke depan akan terus kami programkan untuk revitalisasi pasar tradisional. Masih cukup banyak pasar yang belum tersentuh revitalisasi dengan renovasi atau bangun total," tambahnya.(Sam)

 

BERITA REKOMENDASI