Sembilan Haji dari Debarkasi Surakarta Tertinggal di Arab, Ini Sebabnya

SOLO, KRJOGJA.com – Sembilan jemaah haji asal Debarkasi Surakarta, Jawa Tengah tertinggal di Tanah Suci. Mereka sedang sakit dan masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

"Berdasarkan data yang diterima melalui Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), di asrama haji Donohudan Boyolali hingga kedatangan kloter 95 atau terakhir, jumlah haji asal Debarkasi Surakarta sakit dan menjalani perawatan di RSAS sebanyak sembilan orang," ujar Kepala Sub Bagian Humas Panitia Penyelengaraan Ibadah Haji (PPIH) Derbarkasi Surakarta Afief Mundzir, Jumat (28/9/2018).

Menurut Afief, sembilan haji yang masih dirawat di RSAS yakni diantaranya Suminta Wongso Sudarmo (65) asal Kabupaten Pemalang tergabung kloter 10 di rawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah dan Sugiyati Wihardjo (72) asal Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta tergabung kloter 28 dirawat di RSAR King Abdul Aziz Makkah.

Kemudian Suyadi Wangsa Atmo (57) asal Kulon Progo DIY tergaung kloter 29 dirawat di RSAS King Faisal Makkah, Tariyo Sunandar Sukardi (63) asal Kabupaten Demak asal kloter 79 dirawat di KKHI Madinah, dan Matori Sawilin Sadimin (83) asal Kabupaten Kendal kloter 86 dirawat di RSAS King Abdullah Makkah.

Menurut Afief, haji yang masih tertinggal di Arab Saudi tidak bisa bergabung dengan kloternya pulang ke Tanah Air karena menderita sakit dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit hingga betul-betul dinyatakan sehat atau layat dipulangkan.

"Haji yang masih sakit di rumah sakit harus menunggu mendapatkan rekomendasi dari tim dokter yang menangani pasien itu. Jika kegiatan pemulangkan haji sudah selesai, mereka akan dinaikan dengan pesawat terbang reguler ke Indonesia," papar Afief.(*)

BERITA REKOMENDASI