Sempat Kebanjiran, Tanaman Padi Petani Sukoharjo Masih Aman

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo belum menemukan adanya kerusakan parah terhadap tanaman padi petani terdampak banjir. Kondisi tanaman padi masih bisa diselamatkan. Kalaupun ada keruskaan sifatnya ringan dan petani sudah dilakukan pergantian tanam menggunakan bibit padi baru. Total ada sebanyak 110 hektar tanaman padi di wilayah Kecamatan Sukoharjo Kota terdampak banjir.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti, Rabu (4/3) mengatakan, kondisi tanaman padi disemua wilayah di Sukoharjo baik. Disebagian wilayah seperti di Kecamatan Sukoharjo Kota banjir merendam tanaman padi di 10 kelurahan dengan total 110 hektar.

Banjir tersebut terdata Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo pada 27 Februari lalu. Rinciannya, di Kelurahan Kriwen dan Kelurahan Dukuh masing masing 8 hektar, Kelurahan Sukoharjo 19 hektar, Kelurahan Sonorejo 18 hektar, Kelurahan Bulakrejo 16 hektar, Kelurahan Jetis 7 hektar, Kelurahan Joho 6 hektar, Kelurahan Combongan 17 hektar, Kelurahan Banmati 5 hektar, Kelurahan Kenep 6 hektar.

Tanaman padi terdampak banjir tersebut rata rata masih berusia muda sekitar 10-30 hari. Meski begitu kondisi tanaman masih terselamatkan karena air merendam tidak terlalu lama.

“Dampak hujan menyebabkan tanaman padi disejumlah wilayah di Sukoharjo terendam banjir. Namun tidak sampai menyebabkan kerusakan parah. Tanaman padi masih terselamatkan,” ujarnya.

Meski selamat namun beberapa petani terpaksa melakukan penanaman bibit padi ulang karena kondisinya yangsudah tidak memungkinkan. Hal itu dilakukan agar petani dapat tetap panen padi dengan hasil maksimal.

“Banjir terjadi karena faktor hujan deras juga disebabkan beberapa kondisi sungai yang sudah memprihatinkan karena sedimentasi parah,” lanjutnya.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo akan terus memantau kondisi tanaman padi petani. Sebab kondisi cuaca sekarang masih sering turun hujan deras dan rawan terjadi banjir susulan.

Petani Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo Sugiman mengatakan, banjir merendam tanaman padi petani akibat hujan deras dan luapan Kali Langsur. Air merendam tanaman padi lebih dari satu hari. Meski begitu kondisi tanaman masih bisa terselamatkan.

“Kalau banjir terus jelas petani resah karena bisa gagal panen. Kalaupun panen hasilnya jelek setelah tanaman padi terendam air terlalu lama,” ujarnya.

Sugiman mengatakan, petani meminta pada pemerintah agar segera melakukan normalisasi Kali Langsur. Sebab sedimentasi parah menjadi penyebab banjir setiap musim hujan.

“Musim hujan selalu dinanti petani karena bisa tanam padi. Tapi musim hujan juga membuat petani resah karena Kali Langsur selalu meluap dan menyebabkan banjir,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI