Sempat Turun Kuning, Status Kabupaten Sukoharjo Kembali Naik Zona Oranye

Editor: Agus Sigit

SUKOHARJO, KRjogja.com – Status Kabupaten Sukoharjo kembali naik dari sebelumnya zona kuning atau tingkat risiko penyebaran virus Corona rendah menjadi oranye atau sedang. Hal tersebut disebabkan karena adanya kenaikan kasus positif virus Corona. Masyarakat terus diminta mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Pemkab Sukoharjo juga berupaya mempercepat pelaksanaan vaksinasi virus Corona kepada sejumlah sasaran.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Senin (20/9) mengatakan, status zona Kabupaten Sukoharjo dilihat dari peta zonasi risiko dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan. Indikator yang digunakan tersebut adalah indikator epidemiologi, indikator surveilans kesehatan masyarakat dan indikator pelayanan kesehatan.

Berdasarkan indikator tersebut diketahui ada kenaikan status dari sebelumnya zona kuning menjadi oranye. Kenaikan tersebut disebabkan karena adanya kenaikan kasus positif virus Corona. Kondisi tersebut sangat disayangkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mengingat sebelumnya Kabupaten Sukoharjo berhasil memperbaiki status dengan berada di zona kuning.

“Kabupaten Sukoharjo kembali naik status zona oranye setelah sebelumnya sempat kuning,” ujarnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo meminta pada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Disisi lain upaya menekan kasus positif virus Corona juga dilakukan Pemkab Sukoharjo dengan percepatan vaksinasi virus Corona.

Yunia menjelaskan, jumlah kasus kumulatif virus Corona sampai dengan 19 September 2021 yang berdomisili di Kabupaten Sukoharjo sebanyak 15.720 kasus. Rinciannya, konfirmasi positif virus Corona dengan gejala jumlah ditemukan 10.600 kasus atau bertambah 339 kasus, jumlah kasus positif virus Corona aktif 258 kasus terdiri dari rawat inap 103 kasus, isolasi mandiri 148 kasus dan isolasi rumah terpusat 7 kasus. Jumlah meninggal dunia 1.331 kasus atau bertambah 34 kasus dan jumlah sembuh 9.011 kasus atau bertambah 460 kasus.

Konfirmasi positif virus Corona tanpa gejala jumlah ditemukan 4.109 kasus atau bertambah 116 kasus, jumlah kasus positif virus Corona aktif 64 kasus. Semua kasus positif virus Corona aktif tersebut menjalani isolasi mandiri. Jumlah sembuh 4.045 kasus atau bertambah 95 kasus.

Data suspek jumlah ditemukan 1.011 kasus, jumlah kasus aktif 206 kasus terdiri dari isolasi mandiri 15 kasus, rawat inap rumah sakit 191 kasus, jumlah meninggal dunia 27 kasus. Jumlah selesai isolasi 778 kasus, bukan virus Corona 781 kasus dengan penjelasan jumlah hasil swab negatif 771 kasus dan jumlah dengan diagnosa akhir penyakit lain 10 kasus.

BERITA REKOMENDASI