Semula Dikira Korban Lakalantas, Ternyata Ridwan Tewas Dianiaya

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR, KRjogja.com – Kematian pemuda asal Dusun Brongkol Rt 01/Rw X Desa Kwangsan Kecamatan, Jumapolo, Ridwan (19) terkuak. Ia ternyata korban penganiayaan. Para pelaku berkonspirasi supaya terlihat kematiannya akibat kecelakaan.

Di lokasi mayat Ridwan ditemukan pada Senin pagi (17/5), polisi menemukan ponsel korban sengaja dirusak. Korban berada di kolong jembatan yang berjarak 20 meter dari sepeda motornya. Kondisi sepeda motornya nyungsep di semak-semak. Kunci kontak posisi off. Oleh relawan dan anggota Polsek, mayatnya dibawa ke RSUD Karanganyar. Dari KTP milik korban diketahui identitasnya.

Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Kresnawan Hussein mengatakan semula polisi menduga Ridwan meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal.

“Dari RSUD bilang korban kecelakaan. Di lokasi ditemukan sepeda motor pelaku dan bekas seperti lakalantas. Namun setelah itu muncul kecurigaan tidak pidana, lalu diselidiki. Ternyata ia dianiaya,” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (21/5).

Setelah ditelusuri, seorang pemuda asal Jumantono berinisial AH mengakui menganiaya korban. Ia mengaku sendirian melakukannya di sekitar Jungke, Karanganyar Kota pada Sabtu malam (15/5). Hasil pengembangan kasusnya mengarah ke tiga orang lain yang terlibat. Empat orang itu diamankan pada Kamis malam (20/5). Satu diantaranya membantu AH membuang mayat Ridwan sekaligus sepeda motor Honda Scoopy milik korban bernopol AD-2103-AH.

Belum diketahui pasti motif penganiayaan itu. Polisi masih mengumpulkan keterangan dari saksi dan semua yang diduga terlibat.

BERITA REKOMENDASI