Sepanjang 2017, 11 Ibu Meninggal saat Melahirkan

SRAGEN, KRJOGJA.com – Target Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen menekan angka kematian ibu (AKI) melahirkan maksimal 10 pada 2017 gagal tercapai. Sepanjang 2017 ini, AKI di Kabupaten Sragen mencapai 11 kasus.

Kasus kematian ibu melahirkan terakhir terjadi pada Minggu lalu di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen. Salah satu pasien, Subaedah (37) warga Desa Kandangsapi, Kecamatan Jenar dilaporkan menghembuskan napas terakhir di Instalation Care Unit(ICU) RSUD Sragen setelah melahirkan bayi secara prematur dengan umur kandungan 35 pekan. Bayi laki-laki itu merupakan anak kedua pasangan Subur dan Subaedah. 

"Kami sudah menerima laporan tentang kematian ibu melahirkan di RSUD. Targetnya AKI memang meleset tapi masih lebih rendah dibanding 2016. Ibu itu meninggal karena mengalami pre-eklamsia yang disertai dengan darah tinggi," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sragen, dr Hargiyanto, Jumat (29/12).

Hargiyanto didampingi Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Pratondo menyampaikan, prosedur penanganan ibu hamil berisiko tinggi sebenarnya sudah dilalui. Semua sistem berjalan baik, tapi begitu masuk ke Unit Gawat Darurat (UGD) ternyata ibu itu mengalami koma dan akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan.

Hargiyanto menjelaskan ibu itu semula seorang tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia setahun lalu kemudian menetap di Sulawesi. Kartu tanda penduduk (KTP) ibu itu juga bukan KTP Sragen tetapi KTP Sulawesi.

Melesetnya target AKI melahirkan itu, lanjut Hargiyanto, akan dijadikan bahan introspeksi untuk semua petugas kesehatan termasuk bidan desa. Selama ini program 'nginceng wong meteng' yang digagas oleh Bupati Yuni Sukowati sudah dijalankan dengan baik. (Sam)

BERITA REKOMENDASI