Serap Gabah Petani, Bulog Beradu Cepat Dengan Tengkulak

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR, KRjogja.com – Perum Bulog berkejaran dengan tengkulak dalam menyerap hasil panen petani padi di Karanganyar. Petani dipersilakan menjual ke tengkulak asalkan pantas. Namun jika itu tak menguntungkan, disarankan menunggu datangnya tim serap gabah dari pemerintah.

Sebelumnya, Dinas Pertanian Perkebunan dan Perikanan (Disnakkan) dengan Bulog menandatangani kesepakatan menyerap 15 ribu ton gabah kering panen (GKP) hasil panen masa tanam I. Sejauh ini, baru terserap 70 ton.

“Saat ini kami baru bisa menyerap 5 persen gabah panen petani. Kesulitannya, kadang kita mendapat informasi harga gabah petani jatuh di suatu tempat. Namun setelah didatangi ternyata sudah terjual, bahkan kadang harganya diatas HPP. Rata-rata sudah dibeli tengkulak duluan,’’ kata Kepala Gudang Bulog Triyagan, Tri Aswarna, Jumat (27/3).

Sementara itu serapan gabah hasil panen padi oleh Bulog disambut semringah petani. Kini, mereka tak perlu khawatir harus menjual murah panenannya ke tengkulak.

“Baru sekali ini menjual gabah ke Bulog. Harga yang disepakati bagus. Pemerintah berani membeli gabah kering panen (GKP) Rp4.200 perkilo. Daripada harus menjual ke penebas, ini jauh lebih menguntungkan. Setidaknya sudah impas,” kata Sunarmanto, petani Dusun/Desa Gaum Tasikmadu.

BERITA REKOMENDASI