Seribu Orang ‘Selamatkan’ Pemancar RRI Surakarta

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Sebanyak 1.000 orang mengikuti napak tilas perjuangan penyelamatan pemancar RRI Surakarta dalam rangka Hari Radio ke-72, Sabtu (14/10/2017). Mereka berjalan kaki sejauh 45 kilometer dari kantor KBRN LPP RRI Surakarta menuju Desa Balong, Jenawi, Karanganyar.

Para peserta terbagi 10 regu, dimana masing-masing beranggota 10 orang. Di rute sepanjang 45 kilometer itu, panitia membagi dalam lima etape estafet yaitu Palur, Depan Koramil Karanganyar, Terminal mBangun Makutoromo Karangpandan, Terminal Kemuning dan Monumen RRI Desa Balong, Jenawi. Tim juri berada di tiap etape untuk menilai jagoan dari tiap regu.

Menariknya, banyak regu menampilkan ciri uniknya seperti mengenakan baju lurik, memakai caping, menjinjing bambu runcing, bendera merah putih dan atribut lainnya. Seakan tak mau ketinggalan berinovasi, regu dari SMPN 2 Mojogedang membawa miniatur radio jadul terbuat dari kardus dan papan bekas.

“Siaran radio pada masa revolusi menjadi sarana menginformasikan kepada masyarakat Indonesia tentang kemerdekaannya. Karena diburu penjajah Belanda, maka saat itu pemancar diungsikan ke perbukitan Desa Balong, Kecamatan Jenawi dengan cara digendong,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono jelang melepas regu napak tilas dari kantor KBRN LPP RRI Surakarta menuju etape pertama.

Lebih lanjut diceritakannya, pemerintah kolonial tidak menginginkan pribumi memberontak akibat tersulut informasi kebebasannya, sehingga membumihanguskan semua stasiun radio berikut pemancarnya. Sesampainya di Desa Balong, para pejuang menyembunyikan pemancar itu di kandang kambing sehingga kemudian dikenal sebutan ‘Radio Kambing’.

Jelang pukul 12.30 WIB, regu dari warga Desa Balong menjejakkan kaki pertama di lokasi final di monumen RRI. Mereka berangkat dari etape Terminal Kemuning pukul 10.00 WIB.

Ketua Panitia Napak Tilas Perjuangan Penyelamatan Pemancar RRI Surakarta, Larmanto mengatakan kegiatan tersebut rutin digelar tiap tahun. Pejabat dari instansi di Pemkab Karanganyar serta pelajar dan organisasi masyarakat turut ambil bagian.

“Napak tilas ini mengingatkan sejarah kemerdekaan Indonesia erat kaitannya dengan radio dan juga Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini juga dimasukkan dalam rangkaian HUT seabad Kabupaten Karanganyar,” kata Larmanto. (Lim)

BERITA REKOMENDASI