Seribuan Pemudik Sudah Masuk Sukoharjo

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRjogja.com – Sekitar 1.000 orang lebih pemudik telah masuk wilayah Kabupaten Sukoharjo. Mereka mudik duluan sebelum kebijakan pemerintah pusat melarang mudik Lebaran diberlakukan 6-17 Mei. Kedatangan pemudik tersebut menyebabkan adanya temuan satu klaster baru kasus positif virus Corona. Gelombang kedatangan pemudik diperkirakan masih akan terjadi.

Ketua DPRD Sukoharjo Wawan Pribadi, Senin (3/5) mengatakan, hasil koordinasi perkembangan terakhir per 2 Mei 2021 DPRD Sukoharjo memperoleh informasi dari Pemkab Sukoharjo bahwa sudah ada 1.000 orang lebih pemudik dari berbagai daerah masuk wilayah Kabupaten Sukoharjo. Mereka datang dengan menggunakan beberapa sarana transportasi dan pulang ke kampung halamannya di 12 kecamatan.

Para pemudik tersebut sebelum masuk wilayah Kabupaten Sukoharjo telah melalui serangkaian pemeriksaan ketat petugas. Pemeriksaan dimulai dari daerah asal merantau hingga kembali pulang kampung masuk wilayah Sukoharjo. Para pemudik wajib menunjukan surat keterangan sehat berupa hasil rapid test antigen sebagai bukti tidak tertular virus Corona.

“Meski sudah punya hasil rapid test antigen pemudik yang masuk wilayah Kabupaten Sukoharjo wajib karantina mandiri di rumah. Agar tidak terjadi penyebaran virus Corona. Apalagi dari 1.000 orang lebih pemudik tersebut sudah ditemukan satu klaster baru kasus positif virus Corona. Tetap harus menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

DPRD Sukoharjo memperkirakan jumlah pemudik masih bisa bertambah. Sebab angka sekitar 1.000 orang lebih pemudik bersifat masih sementara. Kemungkinan penambahan terjadi karena pemudik ingin pulang kampung lebih dulu sebelum pemerintah pusat menerapkan kebijakan larangan mudik pada 6-17 Mei. Selain itu kemungkinan lain karena Lebaran sudah semakin dekat. Pemudik yang belum bisa mudik sekarang dimungkinkan akan pulang kampung mendekati Lebaran dengan bermodal hasil rapid test antigen.

“Jangan sampai kedatangan pemudik ini menambah jumlah kasus positif virus Corona di Sukoharjo. Sebab Pemkab Sukoharjo sudah berusaha keras menurunkan angka kasus,” lanjutnya.

Wawan meminta pada warga di masing masing lingkungan RT dan RW aktif membantu pemerintah melakukan pemantauan terhadap pemudik. Pemantauan meliputi pelaporan kedatangan pemudik maupun memantau proses karantina terhadap pemudik di rumah masing masing. Apabila ada pelanggaran maupun kejadian lain maka bisa segera dilaporkan pada petugas dan secepatnya mendapat penanganan.

“Karantina mandiri bagi pemudik wajib dilakukan. Tetangga dan pengurus RT dan RW punya peran penting membantu pemantauan. Jangan sampai ada penyebaran virus Corona di lingkungan tersebut dari pemudik,” lanjutnya.

BERITA REKOMENDASI