Sertifikat Ditahan Rentenir, Pemilik Bidang Tanah Tak Dapat Uang Ganti Rugi

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Pembayaran uang ganti rugi (UGR) ke pemilik bidang tanah Bendungan Jlantah untuk blok 38 dan 39 belum beres. Dari 61 bidang tanah, tiga diantaranya terkendala administratif.

Satu bidang harus diturun waris karena pemiliknya meninggal dunia dan satu bidang lagi pemiliknya di luar kota. Sedangkan satu lagi sertifikat ditahan rentenir karena pemiliknya belum sanggup melunasi utang. Pembayaran UGR ke pemilik tiga bidang itu seharusnya bareng 61 bidang pada Rabu (7/10). Namun karena persoalan itu, hanya dibayar ke 58 bidang.

“Prosesnya memang harus ada sertifikat. Mau tidak mau, uang pinjaman harus dilunasi dulu baru sertifikatnya bisa keluar dan diproses pelepasannya. Ini untuk yang terjerat bank plecit (rentenir),” katanya kepada wartawan di kantornya, Jumat (9/10).

Sedangkan untuk turun waris, panitia masih menunggu prosesnya sampai beres. Blok 38 dan 39 ini diprioritaskan pembebasannya karena berada di area konstruksi. Untuk tiga bidang ini nilai pelepasannya Rp753.613.920. adapun total pelepasan 61 bidang itu Rp65.452.922.026.

Anton mengatakan, nilai UGR menyesuaikan apraisal asetnya berupa tanah, bangunan, tanaman ekonomis dan kompensasi lainnya. Ia menyebut, nilai pelepasan hak bervariasi. Bahkan ada yang diganti sampai Rp 3 miliar.

BERITA REKOMENDASI