Si Banter’ Hindari Pungli Uji KIR

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Pembayaran nontunai retribusi pengujian kendaraan bermotor (KIR) tak hanya memudahkan transaksi dan menyederhanakan antrean, namun juga mencegah praktik pungutan liar (pungli).

Hal itu dikemukakan Bupati Karanganyar Juliyatmono saat meresmikan ‘Si Banter’ atau Sistem Bantuan Non Tunai Kendaraan Bermotor di halaman kantor Bidang Perhubungan Dishub PKP Karanganyar, Selasa (17/9). Sistem ini bekerjasama dengan Bank Jateng dalam transaksi online

pembayaran retribusi layanan pemerintah.

“Jangan menggunakan jasa calo. Biasanya karena takut repot, lalu titip. Akhirnya memberi imbalan jasa ke oknum. Si Banter efektif mengeliminasi celah yang dipakai calo. Apalagi dengan sistem ini, enggak perlu antre kendaraan maupun antre membayar,” katanya.

Launching Si Banter menghadirkan stakeholder perhubungan mulai Satlantas, kalangan legislatif, mitra perbankan dan pengguna jasa pengujian kendaraan bermotor. Nantinya, pengguna layanan diharuskan mengisi saldo Si Banter melalui rekening Bank Jateng maupun bank mitra pemerintah lainnya. Tersedia aplikasi di ponsel pintar sebagai pengganti buku KIR. Admin program akan mengirim notifikasi setelah pengguna layanan mengisi formulir permohonan uji dan mengirimnya secara online

. Ia meminta OPD pemilik mobil plat merah wajib uji, memberi contoh baik dengan memenuhi jadwal pengujian.

Kepala Dishub PKP Kararanganyar, Sundoro mengatakan pemohon KIR bersistem konvensional masih dilayani dalam masa transisi. Adapun sistem online

mulai berlaku Rabu (18/9). Perbaikan layanan tak hanya di perangkat lunak, namun juga memenuhi perangkat serta SDM pengujian.

“Dulu hanya memiliki lima tenaga uji bersertifikat. Sekarang jauh lebih ideal. Kemudian, sembilan alat uji juga lolos kalibrasi. Untuk pengujian kendaraan bermotor, Dishub PKP Karanganyar terakreditasi B,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, Dishub PKP menarget penerapan sistem e-money dan Si Banter secara menyeluh pada 2020. Saat ini, tengah dipersiapkan pengadaan printer smart card.

“Rata-rata per hari pengujian 50 kendaraan. Jenisnya pikap, mobil, bus dan truk dengan klasifikasi kecil, sedang dan besar. Retribusi paling mahal Rp 80 ribu-Rp 90 ribu. Adapun target PAD pada tahun ini Rp 1,1 miliar,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Juliyatmono menjajal layanan itu dengan mengujikan mobil operasionalnya Toyota Hilux AD 9566 CF.(Lim)

 

BERITA REKOMENDASI