Siapkan Regenerasi, Pemkab Sukoharjo Deklarasi Petani Milenial

Editor: Agus Sigit

SUKOHARJO, KRjogja.com – Pemkab Sukoharjo melakukan deklarasi petani milenial mendukung program gerakan membangun petani milenial (Gerbang Tami). Kegiatan digelar di pendapa Graha Satya Praja (GSP) Pemkab Sukoharjo, Kamis (19/5). Inovasi tersebut diluncurkan sebagai bentuk regenerasi petani mengingat Kabupaten Sukoharjo sangat diandalkan pusat dibidang pertanian menjadi lumbung pangan nasional.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno mengatakan, latar belakang deklarasi petani Milenial dilakukan secara umum setelah melihat kondisi Kabupaten Sukoharjo yang merupakan kabupaten terkecil kedua di Provinsi Jawa Tengah setelah Kabupaten Kudus. Ada puluhan ribu hektar lebih lahan pertanian tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Sukoharjo.

Lahan pertanian tersebut seperti berupa sawah dan non sawah yang bisa dimanfaatkan dibidang pertanian. Lahan pertanian yang luas membuat Kabupaten Sukoharjo berhasil menjadi daerah lumbung pangan. Panen padi melimpah mampu mencukupi keutuhan pangan lokal dan pusat.

Tersedianya lahan pertanian ditegaskan Bagas Windaryatno harus diimbangi dengan penyediaan sumber daya manusia (SDM) petani. Sebab mayoritas usia petani di Kabupaten Sukoharjo sekarang sudah tua. Regenerasi dilakukan sejak sekarang oleh Pemkab Sukoharjo dengan mendeklarasikan petani milenial dalam program Gerbang Tami.

Pemkab Sukoharjo sangat serius dalam regenerasi petani salah satunya dengan mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup). Diharapkan dukungan besar ini mampu meningkatkan kualitas petani dan hasil pertanian di Kabupaten Sukoharjo.

“Target kami ada 1.000 petani muda. Para petani milenial ini yang akan meneruskan petani sekarang mengingat usia mereka sudah tua. Dengan demikian maka sektor pertanian akan maju. Tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan pangan lokal tapi juga nasional karena Kabupaten Sukoharjo merupakan lumbung pangan. Harapan kedepan juga kesejahteraan petani meningkat dan para generasi muda tertarik menjadi petani,” ujarnya.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo akan merealisasikan 1.000 petani muda dengan memaksimalkan kebeadaan penyuluh pertanian. Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo sekarang memiliki sebanyak 100 penyuluh pertanian. Mereka akan memberikan pendampingan kepada petani milenial.

Para penyuluh pertanian kedepan juga akan diminta masuk ke sekolah. Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo berharap keberadaan penyuluh pertanian di sekolah mampu meningkatkan minat siswa untuk terjun dibidang pertanian dan menjadi petani.

“Ada muatan lokal potensi pertanian. Para penyuluh pertanian kami akan mengenalkan sejak dini kepada siswa sekolah untuk menjadi petani,” lanjutnya.

BERITA REKOMENDASI