Sidang Di Kraton Surakarta, Wartawan Dilarang Masuk

SOLO, KRJOGJA.com – Sidang gugatan konflik Kraton Kasunanan Surakarta nomor perkara 271/ Pdt G/ 2017/ PN Surakarta  antara Gusti Moeng melawan Sinuwun PB XIII masuk tahapan sidang pemeriksaan setempat di Kraton Surakarta ,Kamis (13/12/2018).

Majelis Hakim PN Surakarta diketuai Frans Samuel SH langsung memeriksa denah kraton yang menjadi obyek sengketa diantaranya Kori Kamandungan, Sasono Wilopo dan kantor Badan Pengelola Kraton Surakarta.

Penggugat konvensi diantaranya GKR Wandansari alias Koes Moertiyah ( Gusti Moeng ), GRAy Koes Supiyah, GKR Timoer Rumbay, GRAy Koes Isbandiyah didampingi Direktur Eksekutif LBH Kraton Surakarta KPH Dr Edi Wirabumi mengatakan menindak lanjuti pertemuan Gusti Moeng dengan Presiden Jokowi di istana Bogor beberapa waktu lalu yang intinya menginginkan bersatunya keluarga besar Pakubuwanan. " Gusti Moeng berupaya mengajak kakak kandungnya Paku Buwono XIII Hangabehi bermusyawarah.Namun gagal, malah PB XIII membentuk bebadan seperti kabinet baru dimana para pengageng lama trah PB II hingga PB XII dipecat," ujar Direktur LBH Kraton Surakarta KPH Wirabumi.

Setelah gagal berembug kekeluargaan, terpaksa melalui jalur hukum menggugat atau menguji keputusan PB XIII untuk membentuk bebadan baru. "Kami saudara kandung PB XIII hanya menghendaki persatuan keluarga besar Pakubuwanan, bukan untuk mengkudeta atau menjatuhkan tahta sinuwun (sebutan untuk PB XIII.Red)," ujar Gusti Moeng.

Dalam sidang di tempat, hakim ketua Frans Samuel sempat dilapori oleh pengacara Gusti Moeng, Sigit Sudibyanto SH kalau akses masuk ke kraton Surakarta yakni Kori Kamandungan sehari-harinya dikunci dan kuncinya di bawa oleh pihak PB XIII. 
"Sehingga kegiatan pariwisata dan penelitian sejumlah akademisi di Sasono Pustaka terganggu karena masyarakat umum tidak bisa masuk ke dalam kraton,"ujar Sigit sembari menambahkan bebadan baru bentukan PB XIII juga vacum tidak pernah melakukan kegiatan kraton Surakarta sebagai pusat budaya, pariwisata.

Saat dilakukan sidang di tempat, sempat terjadi insiden, puluhan wartawan dan fotografer yang akan meliput sidang yang dinyatakan terbuka untuk umum, dilarang masuk oleh petugas keamanan kraton Surakarta bernama Dani. " Ini ruang kraton Surakarta bersifat privat wartawan harus ijin Raja PB XIII."ujar Dani. (Hwa)

BERITA REKOMENDASI