Sidang Perdana, Terdakwa dan Ayah Korban Saling Memaafkan

SOLO, KRJOGJA.com – Sidang perdana kasus pembunuhan di jalan raya yang bermula cekcok karena  jalan macet dengan terdakwa Iwan Adranacus (40) digelar di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Selasa (6/11/2018). 

Suasana sidang yang awalnya tegang itu mencair karena pihak keluarga korban, Suharto telah memaafkan terdakwa IA yang menabrak putranya Eko Prasetio hingga tewas. Bahkan Suharto sambil berpelukan dengan terdakwa IA, mengatakan pihaknya telah memaafkan IA, agar putranya tenang di alam baka.

Dalam kasus yang menjadi perhatian masyarakat Solo itu, tim jaksa penuntut umum (JPU) dipimpin Titiek Mariyani menjerat terdakwa dengan pasal berlapis.Dakwaan primer berdasarkan Pasal 338 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) tentang Pembunuhan. Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan menyebabkan korban tewas. Serta pasal alernatif berupa Pasal 311 Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Awalnya dalam sidang yang majelis hakim dipimpin oleh Krosbin Lumbangaul SH, itu suasana tegang karena keluarga korban Eko Prasetio untuk pertama kali bertemu dengan terdakwa IA, tiba-tiba mencair karena ayah korban Eko Prasetyo, Suharto telah memaafkan  terdakwa IA . Dalam momentum itu, Suharto sempat bersalaman dan memeluk terdakwa yang duduk di kursi terdakwa. " Demi Tuhan saya telah memaafkan terdakwa. Agar putra saya tenang di alam sana,"ujar Suharto.

JPU Mariyani jemudian membacakan surat dakwaan.JPU menjerat terdakwa kasus dugaan pembunuhan, IA  dengan jeratan pasal berlapis. Bentuk jeratan hukuman bersifat subsideritas dan alternatif. Pasal subsideritas yang dijeratkan yakni Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun. Dan, Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (Hwa)

BERITA REKOMENDASI