Sidang Tuntutan Ditunda 2 Kali, Terdakwa Minta Ini ke JPU

SOLO, KRJOGJA.com – Terdakwa kasus tabrakan maut,  Iwan Adranacus meminta keadilan yang seadil-adilnya dalam kasus yang tengah dihadapinya. Dirinya meminta kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar menuntut dirinya sesuai dengan fakta persidangan yang telah berjalan.

"Saya minta keadilan yang seadil-adilnya," ujar terdakwa   Iwan Adranacus usai mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri (PN)  Solo, Kamis (13/12/2018).

Sebelumnya, dengan alasan belum siap jaksa penuntut umum (JPU) menunda tuntutan terhadap terdakwa Iwan Adranacus. Penundaan tuntutan ini merupakan kali kedua, setelah JPU menunda tuntutan pada Kamis (6/12/2018) lalu. Alasan JPU menunda tuntutannya lantaran belum siap membacakan tuntutan tersebut di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Krosbin Lumbangaol SH.

"Kami mohon maaf sebelumnya yang mulia majelis hakim. Tuntutan belum bisa dibacakan, karena belum siap," kata JPU, Titiek Maryani SH dihadapan Majelis Hakim. 

Dengan ditundanya tuntutan JPU, maka Ketua Majelis Hakim, Krosbin Lumbangaol menunda sidang hingga tanggal 8 Januari 2019 mendatang.  "Sidang ditunda tahun depan ya. Tangga 8 Januari," kata Krosbin. 

Menanggapi penundaan pembacaan tuntutan oleh JPU, Penasehat Hukum Terdakwa, Joko Haryadi mengatakan, pihaknya sabar menunggu tuntutan dari JPU. Meski telah ditunda sebanyak dua kali, namun untuk saat ini pihaknya tidak dapat berbuat banyak selain menunggu tuntutan terlebih dahulu.

"Kami sabar menunggu. Secara yuridis, itu hak dari JPU untuk melakukan penundaan. Kami menghormati langkah penundaan tersebut," kata Joko. 

Dia berharap, tuntutan JPU sesuai dengan fakta yang terjadi di persidangan sehingga, tidak memberatkan  klien mereka.  "Kami berharap, tuntutan sesuai dengan jalannya fakta persidangan yang telah digelar. Sehingga, tidak memberatkan bagi klien kami," pungkas penasehat hukum terdakwa. (Hwa)

BERITA REKOMENDASI