Sisa Dana Desa Tak Dianjurkan Masuk Silpa

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Penggunaan Dana Desa sedianya terserap sempurna sesuai alokasi kegiatan di APBDes. Tidak dianjurkan dana tersebut tersisa di kas desa. 

“Manfaatnya tidak terlalu signifikan jika menyisakan anggaran Dana Desa di kas (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran/Silpa). Selain nilainya relatif kecil, tidak terlalu efektif juga. Jadi, belanjakan maksimal Dana Desa itu di tahun anggaran terkait.  Masukkan lagi di APBDes perubahan, jangan melompat tahun berikutnya,” kata  Bupati Karanganyar, Juliyatmono pada persiapan pelaksanaan kegiatan Dana Desa tahap II di pendopo rumah dinasnya.

Menurut Bupati sisa belanja bersumber Dana Desa sangat mungkin muncul dari selisih harga pembelian material atau penghematan di beberapa kegiatan. Karena itu, Bupati kuatir muncul persepsi program itu tak terealisasi sempurna karena nilai akumulasi sisa anggaran cukup besar.  “Sebagaimana di APBD, nilai Silpa harus direncanakan. Apabila tidak terencana, sebaiknya tidak menyisakan anggaran,” katanya. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes), Utomo Sidi Hidayat memaparkan Dana Desa tahap II Rp 53,2 miliar segera cair bulan ini. Nilainya setara 40 persen total Dana Desa. "Di Jawa Tengah, pencairan Dana Desa baru dilakukan Karanganyar dan sebagian Purworejo. Kemungkinan, jadi yang pertama juga di Indonesia,” katanya. 

Dia mengingatkan pemerintah desa penerima dana transfer dari pemerintah pusat itu segera melaksanakan kegiatan. Terlebih bagi desa belum merampungkan laporan penggunaan Dana Desa tahap I, ia memberi penekanan khusus. Tercatat, 113 menyelesaikan SPj Dana Desa tahap I dari 162 desa dengan realisasi 92,19 persen dari Rp 79,8 miliar. (Lim)

BERITA REKOMENDASI