Sistem e-Retribusi, Tapi Masih Manual

SOLO (KRjogja.com) – Penerapan sistem penarikan retribusi elektronik (e-retribusi) yang sudah diluncurkan sejak 1 September lalu, di dua pasar burung dan pasar ikan hias Depok, hingga kini berjalan timpang. Penarikan retribusi, sejauh ini masih dilakuan secara manual, dalam arti petugas pemungut mendatangi pedagang di kios masing-masing untuk menarik retribusi sembari menyerahkan karcis bukti pembayaran. 

Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP), Subagyo menjelaskan  masih ada kendala peralatan pendukung dan kesiapan pedagang sehingga pembayaran retribusi non tunai ini belum bisa berjalan sebagaimana di harapkan.  Karena itu, masih mempersiapkan pengadaan ruang khusus untuk menempatkan peralatan semacam ATM centre guna memudahkan pembayaran retribusi.

"Belum semua pedagang di pasar burung dan ikan hias memiliki kartu yang diterbitkan bank mitra kerja Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dalam layanan e-retribusi, dengan berbagai latar belakang saling berbeda. Para pedagang yang berusia sepuh umumnya awam dengan peralatan elektronik serta transaksi perbankan non tunai, sehingga menimbulkan kesulitan tersendiri," jelas Subagyo.

Subagyo menambahkan penerapan sistem e-retribusi dilakukan secara bertahap, setelah seluruh peralatan pendukung, termasuk kepemilikan kartu, dinilai mencukupi. (Hut)

‎‎

 

BERITA REKOMENDASI