SMP Negeri dan Swasta Kekurangan Siswa, Sukoharjo Buka PPDB Offline

Editor: Agus Sigit

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 27 SMP negeri dan swasta di Kabupaten Sukoharjo kekurangan siswa baru. Sebab hingga penutupan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online belum mampu memenuhi kuota yang disediakan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo memberi pelonggaran kepada pihak sekolah dengan membuka PPDB offline.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Sukoharjo Darno, Jumat (24/6) mengatakan, Disdikbud Sukoharjo sudah mengeluarkan pengumuman dalam surat edaran kepada pihak sekolah dan telah disosialisasikan ke masyarakat pada 23 Juni 2022 atau satu hari setelah penutupan PPDB online 22 Juni 2022 kemarin. Isi dari surat edaran tersebut berkaitan dengan pelonggaran yang diberikan Disdikbud Sukoharjo pada pihak sekolah yang belum mampu memenuhi kuota siswa baru pada PPDB tahun ajaran 2022/2023.

Pihak sekolah yang belum mampu memenuhi kuota siswa baru usai pelaksanaan PPDB online ditutup diminta langsung melakukan persiapan PPDB offline. Teknis pelaksanaan PPDB offline sama seperti tahun sebelumnya. Pihak sekolah dipersilahkan menerima pendaftaran langsung dari calon siswa baru yang datang tanpa melalui sistem komputerisasi atau online.

“Sekolah yang belum mampu memenuhi kuota siswa baru hingga penutupan PPDB online dipersilahkan membuka PPDB offline,” ujarnya.

Darno mengatakan, kondisi sebanyak 27 sekolah tingkat SMP negeri dan swasta yang belum mampu memenuhi kuota berbeda. Sebab kuota yang disediakan menyesuaikan kondisi masing-masing sekolah.

Data Disdikbud Sukoharjo dari sebanyak 27 SMP negeri dan swasta yang belum mampu memenuhi kuota siswa baru terhadap 18 SMP negeri. Sedangkan sisanya 9 SMP swasta. Rinciannya untuk SMP Negeri yakni, SMPN 2 Bendosari jumlah kuota siswa baru 96 siswa, hasil seleksi 45 siswa, SMPN 3 Bendosari jumlah kuota 64 siswa, hasil seleksi 23 siswa, SMPN 1 Bulu jumlah kuota 256 siswa, hasil seleksi 210 siswa, SMPN 2 Bulu jumlah kuota 120 siswa, hasil seleksi 81 siswa, SMPN 1 Nguter jumlah kuota 224 siswa, hasil seleksi 221 siswa, SMPN 2 Nguter jumlah kuota 160 siswa, hasil seleksi 108 siswa, SMPN 3 Nguter jumlah kuota 128 siswa, hasil seleksi 86 siswa, SMPN 4 Nguter jumlah kuota 64 siswa, hasil seleksi 12 siswa, SMPN 2 Polokarto jumlah kuota 160 siswa, hasil seleksi 105 siswa, SMPN 4 Polokarto jumlah kuota 160 siswa, hasil seleksi 104 siswa, SMPN 6 Sukoharjo jumlah kuota 192 siswa, hasil seleksi 113 siswa, SMPN 7 Sukoharjo jumlah kuota 192 siswa, hasil seleksi 147 siswa, SMPN 3 Tawangsari jumlah kuota 128 siswa, hasil seleksi 59 siswa, SMPN 4 Tawangsari jumlah kuota 128 siswa, hasil seleksi 61 siswa, SMPN 1 Weru jumlah kuota 288 siswa, hasil seleksi 218 siswa, SMPN 2 Weru jumlah kuota 256 siswa, hasil seleksi 194 siswa, SMPN 3 Weru jumlah kuota 128 siswa, hasil seleksi 56 siswa, SMPN 3 Bulu jumlah kuota 32 siswa, hasil seleksi 12 siswa.

Sembilan SMP swasta yang belum mampu memenuhi kuota siswa baru yakni, SMP Al Islam Kartasura jumlah kuota 128 siswa, hasil seleksi 17 siswa, SMP Muhammadiyah 1 Gatak jumlah kuota 96 siswa, hasil seleksi 27 siswa, SMP Muhammadiyah 1 Kartasura jumlah kuota 96 siswa, hasil seleksi 20 siswa, SMP Muhammadiyah 1 Sukoharjo jumlah kuota 224 siswa, hasil seleksi 3 siswa, SMP Muhammadiyah 2 Gatak jumlah kuota 64 siswa, hasil seleksi 1 siswa, SMP Muhammadiyah 2 Kartasura jumlah kuota 32 siswa, hasil seleksi 1 siswa, SMP Prawira Marta Kartasura jumlah kuota 32 siswa, hasil seleksi 1 siswa, SMP IT Al Anis Kartasura jumlah kuota 62 siswa, hasil seleksi 5 siswa, SMP Widya Wacana Kartasura jumlah kuota 25 siswa, hasil seleksi 6 siswa.

“Pendaftar bisa langsung datang ke SMP yang membuka PPDB offline dengan membawa syarat pendaftaran,” lanjutnya.

Sebelumnya Disdikbud Sukoharjo mengeluarkan aturan pelaksanaan PPDB online tingkat SMP. Syarat umum pendaftaran PPDB SMP yakni, usia calon peserta didik baru SMP maksimal 15 tahun pada tanggal 1 Juli 2022, surat keterangan lulus asli satu lembar dan satu lembar fotocopy, mengumpulkan rekap nilai rapot kelas 4 dan 5 semester satu dan dua dan kelas 6 semester satu, rekap nilai raport harus sesuai dengan format dari dinas, mengumpulkan dokumen NISN yang dicetak dua lembar, menunjukan Kartu Kelurga (KK) asli dan fotocopy dua lembar, khusus korban bencana alam atau bencana sosial KK dapat diganti dengan surat keterangan domisili dari RT atau RW yang disahkan oleh lurah, kepala desa setempat yang diterbitkan paling singkat satu tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB.

Syarat pendaftaran berikutnya, menunjukan akta kelahiran atau surat keterangan lahir asli dan mengumpulkan fotocopy dua lembar. Berkas dimasukan ke dalam map, satu set untuk sekolah, satu set untuk dinas dengan warna map, pendaftar lingkungan dan zonasi merah, afirmasi biru, prestasi kuning dan pendaftar perpindahan orang tua hijau.

Syarat khusus pendaftaran bagi pendaftar lingkungan domisili RW masuk dalam daftar batas lingkungan yang ditetapkan oleh kepala sekolah, bagi pendaftar afirmasi menunjukan KIP/PKH/KKS/KPS asli atau basis data terpadu (BDT), data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) mengumpulkan fotocopy dua lembar, bagi pendaftar jalur perpindahan tugas orang tua menunjukan surat penugasan asli dari instansi, lembaga, kantor atau perusahaan yang mempekerjakan dan mengumpulkan fotocopy dua lembar, bagi anak guru yang akan mendaftar di SMP dimana orang tuanya mengajar mengumpulkan fotocopy SK mengajar terakhir dua lembar. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI