Soal PTM, Disdikbud Tunggu Perkembangan Kasus Corona

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRjogja.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo tetap mempersiapkan rencana pembelajaran tatap muka (PTM) 12 Juli mendatang di sekolah pada tahun ajaran baru 2021/2022. Koordinasi secara intensif tetap dilakukan dengan melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) termasuk didalamnya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mengingat banyak hal terkait protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona menjadi bahan pertimbangan. Kepastian jadi tidaknya PTM masih menunggu berdasarkan perkembangan terbaru kasus penyebaran virus Corona.

Hal tersebut menjadi kesimpulan akhir dalam rapat koordinasi bersama persiapan PTM sekolah pada tahun ajaran baru. Kegiatan digelar di gedung DPRD Sukoharjo, Senin (21/6). Rapat dipimpin Ketua DPRD Sukoharjo Wawan Pribadi dan tiga orang wakil serta Komisi IV DPRD Sukoharjo. Ikut dalam kegiatan tersebut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo.

Kepala Disdikbud Sukoharjo Darno mengatakan, sesuai kebijakan pemerintah pusat maka Pemkab Sukoharjo melalui Disdikbud Sukoharjo tetap melakukan persiapan PTM tahun ajaran baru 2021/2022 pada 12 Juli mendatang. Persiapan dilakukan baik ditingkat dinas maupun sekolah sebagai penyelenggara pendidikan. Namun demikian, kepastian pelaksanaan PTM tetap masih menunggu perkembangan kondisi penyebaran virus Corona di Kabupaten Sukoharjo. Disdikbud Sukoharjo juga masih menunggu kebijakan lanjutan dari Pemkab Sukoharjo.

Persiapan PTM sekolah dilakukan Disdikbud dengan melibatkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo dan termasuk didalamnya Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK). Keterlibatan mereka sangat penting berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan dan penanganan virus Corona serta vaksinasi pada tenaga pendidik.

“Persiapan PTM sekolah tetap sesuai rencana 12 Juli 2021. Tapi kami belum memutuskan pelaksanaan PTM tersebut dengan melihat perkembangan penyebaran virus Corona. Sebab sekarang kecenderungannya angka kasus naik,” ujarnya.

Darno menegaskan, perkembangan penyebaran virus Corona menjadi hal sangat penting sebelum memutuskan pelaksanaan PTM sekolah. Sebab tingkat kasus virus Corona tinggi juga membuat resah semua pihak. Pasalnya penyebaran virus Corona dikhawatirkan bisa terjadi di sekolah apabila dipaksakan digelar PTM.

“Makanya kami tetap mengintensifkan koordinasi dengan DKK dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo,” lanjutnya.

Persiapan PTM yang dilakukan sekolah sejauh ini dikatakan Darno tidak terkendala. Sebab sekolah sudah melakukannya sejak setahun lalu. Persiapan terus dilakukan hingga sekarang dengan mengedepankan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Bentuk persiapan yang sudah dilakukan pihak sekolah seperti penataan meja dan kursi di dalam ruang kelas, pembagian siswa secara bergantian, menyediakan tempat mencuci tangan menggunakan sabun, hand sanitizer, pengecekan suhu badan. Disdikbud Sukoharjo juga mempersiapkan PTM di sekolah dengan melakukan vaksinasi virus Corona kepada tenaga pendidik.

Darno mengatakan, sekolah bisa menerapkan hal tersebut saat pelaksanaan PTM pada tahun ajaran baru Juli mendatang. Disdikbud Sukoharjo tetap akan melakukan pengawasan terhadap sekolah dengan melibatkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo sebelum PTM digelar.

Disdikbud Sukoharjo sekarang juga sudah melakukan persiapan dengan mengedarkan surat persetujuan orang tua. Hal itu penting mengingat kegiatan PTM di sekolah salah satu syaratnya anak mendapat persetujuan orang tua murid.

BERITA REKOMENDASI