Soft Diplomatik Marsekal Hadi Tjahjanto

SOLO, KRJOGJA.com – Soft diplomatik yang diterapkan Marsekal Hadi Tjahjanto saat menduduki Panglima TNI 2017-2021 menjadi hal menarik dalam biografinya. Biografi setebal 278 halaman yang ditulis Eddy Suprapto dan kawan-kawan diberi judul “Merangkul Arus Perubahan.”

Buku perjalanan Marsekal Hadi Tjahjanto, dibedah Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rabu (08/12/2021). Bedah buku yang dimoderatori Dr M Bagus Sekar Alam menampilkan penulis Eddy Suprapto dan dua pembahas Kol Wahyu Cahyanto (adik mantan Panglima TNI) dan Prof Dr Warto MHum (Dekan FIB).

Di Kota Solo ia memulai koneksiviras ketika menjadi Danlanud Adisumarmo. Ia bertemu dengan walikota Solo Joko Widodo yang berikutnya melejit menjadi Presiden. Menurut penulis Marsekal Hadi sebagai pembantu Presiden mengembangkan cara persuasif. Dengan pola itu merangkul TNI Polri menjadi satu.

Marsekal Hadi membangun TNI sebagai angkatan modern menghadapi ancaman hibrida, perang modern, non perang. Beberapa langkah besar dilakukan seperti membangun komando gabungan wilayah pertahanan. Selain itu juga banyak melakukan perubahan di internal termasuk menghadapi manajemen keterbatasan alutsista.

BERITA REKOMENDASI