Solo Pilot Projec Konversi Kompor Gas ke Induksi

Editor: Ivan Aditya

SOLO, KRJOGJA.com – Kota Solo menjadi Pilot Project Pengalihan Energi Berbasis Impor Menjadi Domistik melalui konversi Kompor LPG ke Kompor Induksi. Sebanyak 1.000 warga tidak mampu dan UMKM yang terdaftar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) bakal menjadi peserta konversi dari kompor gas ke kompor induksi.

Program konversi dijadwalkan mulai efektif beroperasi, Juni. Untuk merealisir PLN telah menyiapkan program penambahan daya secara gratis. Kelompok masyarakat yang disasar umumnya berdaya 450 dan 900 watt. “Jadi mereka dinaikkan dulu menjadi 2.200 watt,” jelas Manajer PLN UP3 Surakarta, Joko Hadi Widayat, Kamis (28/04/2022)

Di Indonesia yang dipilih menjadi pilot project dua, Solo dan Bali Selatan. Untuk mengerjakan itu PLN menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Keduanya telah melakukan penandatangan kerjasama yang disaksikan rektor Prof Dr Jamal Wiwoho dan General Manager PLN UID Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta, M Irwansyah Putra.

Menurut Irwansyah, program konversi ini bertujuan untuk menekan impor gas, meningkatkan demand (konsumsi) listrik, memangkas defisit neraca perdagangan serta sebagai alternatif penyelesaian agar subsidi energi menjadi tepat sasaran.

PLN berkomitmen menjalankan konversi kompor induksi dengan 1.000 kompor induksi. Tarifnya tidak naik karena ini program pilot project dan tetap disubsidi pemerintah. Seribu peserta tersebar di 16 kelurahan.

Sampai 2025 pemerintah memasang target sebanyak 8,25 juta penduduk Indonesia sudah terkonversi dari kompor gas ke kompor induksi. (Qom)

BERITA REKOMENDASI