#Solopetengan Diprediksi Tak Maksimal

Editor: KRjogja/Gus

SOLO, KRJOGJA.com – Bersamaan dengan Debat Calon Presiden (Capres), selebrasi 'Earth Hour' (EH) yang tahun ini jatuh pada Sabtu (30/3) tak bisa berjalan maksimal, bahkan cenderung 'mengalah'. Kendati tetap mengusung #Solopetengan sebagai tema selebrasi yang ditandai dengan pemadaman listrik dan peralatan elektronik selama satu jam mulai pukul 20.30 hingga 21.30, panitia EH mengisyaratkan pemadaman hanya sebatas pada listrik dan peralatan elektronik yang tidak diperlukan.

Kepada wartawan, di Balaikota, Kamis (28/3), Panitia EH, Ivan Rochmat, menjelaskan, selebrasi dalam kaitan kampanye hemat energi serta pengurangan pemanasan global tersebut, memang dilakukan secara serentak di seluruh dunia, sehingga tidak bisa dilakukan penundaan waktu. Di sisi lain, antusiasme masyarakat mengikuti Debat Capres melalui pesawat televisi, mesti dihargai. Karenanya, kedua event diupayakan tetap dapat berjalan, kendati mungkin kurang maksimal, terutama terkait dengan tingkat penghematan energi selama selebrasi berlangsung.

Sesuai rencana, pemadaman listrik diberlakukan di sejumlah kawasan strategis di Solo, diantaranya kawasan Balaikota, Loji Gandrung, Gladag, Pasar Gedhe, Bendung Karet Tirtonadi, Plasa Manahan, Tugu Keris, Koridor Sudirman, selain pula Lampu Penerangan Jalan Umum (PPJU) di beberapa ruas jalan raya, antara lain, Jalan Adi Sucipto, jalan Slamet Riyadi, Jalan Urip Sumharjo, dan lain-lain. Sembari menunggu perkembangan lebih lanjut, jelas Ivan, rencana pemadaman listrik tersebut ditempatkan sebagai skenario A dan dalam waktu bersamaan pihaknya menyiapkan rencana B.

Sebagai gambaran dia menyebut, jika Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menggelar acara nonton bareng Debat Capres dengan memanfaatkan videotron di dekat Tugu Pamendengan, kemunginan pemadaman listrik hanya diberlakukan di dalam kompleks Balaikota yang juga menjadi titim sentral kegiatan EH. "Kebetulan videotron untuk nonton bareng itu berada di depan Balaikota, sehingga perlu perubahan rencana pemadaman listrik di kawasan itu," jelasnya.

Sementara Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, meminta pantia EH bersikap bijak, sebab banyak masyarakat memberi masukan agar selebrasi itu tidak mengganggu aktivitas warga menyaksikan debat Capres yang hanya terjadi dalam kurun wktu lima tahun sekali. Terlebih salah satu kandidat yang berkompetisi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) merupakan putra asli Solo, sehingga masyarakat mesti diberi ruang seluas-luasnya untuk mengikuti debat melalui pesawat televisi di rumah masing-masing ataupun tempat lain yang menyelenggarakan nonton bareng.

Dalam kaitan itu, pria yang akrab disapa Rudy menyarankan, panitia bisa merubah prosesi selebrasi tahunan tersebut. Dalam hal ini, secara selebrasi tetap dilangsungkan pada Sabtu (30/3), namun hanya bersifat simbolis, sedangkan pemadaman listrik dan peralatan elektronik selama satu jam ditunda pada Minggu (31/3). Dengan begitu, esensi penghematan energi bisa diperoleh sesuai rencana yang disiapkan, demikian pula secara seremonial juga terlaksana sesuai jadwal. (Hut)

BERITA REKOMENDASI