Spot Selfie Baru di Kebun Bunga Kana Tasikmadu

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Berawal dari unggahan di media sosial, hampatan kebun bunga berlatar belakang bangunan megah Masjid Arrahman Tasikmadu semakin dikenal para pemburu spot selfie. Tumbuh di kawasan permukiman berpenduduk padat dan pabrik gula, kebun aneka bunga ini memberi nuansa istimewa.

Tak banyak yang tahu di bidang tanah berukuran 1.000-an meter persegi itu terdapat kebun yang menumbuhkan bunga kana, melati air dan parikesit. Baru-baru ini, unggahan kebun bunga itu di media sosial memantik rasa penasaran penggila selfie untuk menjajal spot tersebut. Lokasinya mudah dijangkau, yakni di perlintasan jalan utama Tasikmadu-Kebakkramat atau sisi barat Masjid Arrahman. Pintu pagar pembatas lahan PG Tasikmadu dengan jalan selalu terbuka lebar, seakan menyilakan masyarakat menikmati pemandangan kebun bunga.

Di tengah hamparan bunga berwarna merah, mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta, Nur Hidayati (20) bersama temannya terlihat memantaskan diri di depan kamera ponsel. Gadis berjilbab ini berdiri di cor semen tengah kebun supaya tak menginjak tanaman cantik itu.

Beberapa kali temannya meminta Nur bersikap biasa agar hasil jepretan luar biasa, namun ia berulangkali menutup hidung. Setelah yakin menghasilkan foto selfie seperti yang diinginkan, keduanya langsung lari menjauhi kebun. “Aduh baunya tidak tahan. Menyengat sekali. Sepanjang difoto terus tahan napas,” ujar gadis berjilbab ini.

Kebun bunga milik PG Tasikmadu tumbuh di lingkungan terdekat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pabrik gula. Tak mengherankan karena tanaman-tanaman cantik itu menggantungkan hidupnya dari suplai air limbah pengolahan tebu. Menurut salah seorang operator IPAL PG Tasikmadu, Sukasno (35), aneka jenis bunga sengaja ditanam di beberapa petak kolam IPAL untuk menakar kualitas air buangan. Keberadaan kebun bunga juga untuk mengurangi kadar racun limbah tersebut.

“Penjaga IPAL di sini bertugas dalam dua shift kerja. Pergantiannya tiap pukul 13.30 WIB. Biasanya kebun bunga ramai tiap sore atau akhir pekan,” kata pria yang sudah bertugas selama enam tahun ini.

Penikmat kebun bunga bebas keluar masuk lahan terbuka milik PG Tasikmadu itu tanpa dipungut biaya asalkan tidak merusak tanaman bunga. Petugas operator IPAL juga tidak mengawasi khusus bunga-bunga di kebun yang dibuat sekitar lima tahun silam.

“Sebenarnya kebun ini sudah agak lama. Tapi baru belakangan ini ramai dikunjungi anak sekolah dan kuliahan sekadar berfoto,” katanya. (M-8)

BERITA REKOMENDASI