Sragen Masih Kekurangan 1.533 Guru SD/SMP

SRAGEN, KRJOGJA.com – Kabupaten Sragen masih kekurangan 1.533 guru aparatur sipil negara (ASN) untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Untuk menutup kekurangan ini, Dinas Pendidikan (Disdik) setempat mengajukan 400 formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada rekrutmen 2018. 

Sebanyak 400 formasi yang diajukan ke pusat ini terdiri atas 350 guru SD dan 50 guru SMP. Kepala Disdik Sragen, Suwardi kepada wartawan Minggu (21/1) mengatakan, kekurangan 1.533 guru terdiri atas 1.235 guru SD dan 298 guru SMP. Selama ini pihak sekolah menutup kekurangan guru ASN dengan guru tidak tetap (GTT). "Tahun ini kami ajukan 350 formasi guru SD dan 50 formasi guru SMP. Nanti diberi alokasi berapa, tergantung pusat," ujarnya.

Menurut Suwardi, para GTT untuk menutup kekosongan guru ASN mendapat honor dari sekolah yang besarannya sesuai dengan kemampuan sekolah. Mirisnya, gaji yang mereka peroleh masih jauh dari nilai layak. Padahal banyak dari mereka yang sudah mengabdi dalam waktu yang lama.

Di sisi lain, dampak dari kekurangan guru ASN di Sragen, diakui Suwardi sangat terasa. Selain itu, kualitas pendidikan para guru tersebut dinilai masih kurang. Dia berharap anggaran yang ada tahun ini digunakan untuk meningkatkan kapasitas mereka. "Pendidikan kualitas masih kurang, sehingga kami berharap peningkatan SDM dari APBD untuk meningkatkan teman-teman yang saat ini belum berstatus pegawai negeri," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Masyarakat Sragen (Formas), Andang Basuki, menilai persoalan kekurangan tenaga guru ASN hanya satu dari sekian persoalan di dunia pendidikan Sragen. "Yang juga perlu mendapat perhatian adalah memenuhi amanat undang-undang (UU) terkait alokasi 20%  APBD untuk bidang pendidikan. Dibutuhkan good will dari eksekutif dan legislatif untuk memenuhi anggaran pendidikan itu," tandasnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI