Sragen Siap Bangun 3 Flyover

Editor: KRjogja/Gus

SRAGEN (KRjogja.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen akan segera membangun sedikitnya tiga flyover atau jembatan layang untuk mengurai kemacetan arus lalulintas. Ketiga flyover tersebut akan dibangun di perlintasan kereta api (KA) di Teguhan, timur Alun-alun, Pasar Bunder.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen, Muhari, Jumat (22/9) mengatakan, anggaran pembangunan flyover akan dimintakan ke pemerintah pusat. Sebagai persiapan, pemkab telah membuat detail engineering design (DED) rencana pembangunan flyover.

Menurut Muhari, kemacetan lalulintas di tiga perlintasan sebidang tersebut saat ini sudah benar-benar mengkhawatirkan. Kemacetan diprediksi akan semakin parah seiring dibangunnya double track atau jalur ganda KA yang akan melintasi Sragen. "Bisa dibayangkan kalau nanti double track KA sudah difungsikan, kemacetan akan semakin parah," ujarnya.

Muhari menilai, pembangunan flyover

merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan yang semakin menjadi di perlintasan KA. "Kami sudah mengalokasikan dana ratusan juta rupiah untuk menyiapkan DED flyover pada anggaran tahun depan. Dananya nanti dimintakan ke APBN karena kebutuhannya sangatbesar," jelasnya.

Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menambahkan, selain menyiapkan solusi jangka panjang mengatasi kemacetan, pemkab juga membuat solusi kemacetan jangka pendek di antaranya pembuatan Sistem Satu Arah (SSA) di sejumlah jalur. Tidak hanya itu, Dishub juga telah mengajukan izin ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk pelebaran perlintasan KA Teguhan. 

Yuni mengatakan, surat izin pelebaran jalan ke Kemenhub sudah dikirim dan Dishub dalam posisi menunggu jawaban dari Kemenhub. Pelebaran perlintasan KA Teguhan itu memungkinkan sampai dua meter atau lebih. "Syarat pelebaran harus izin Kemenhub. Kalau disetujui teknis pengerjaannya diserahkan kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI)," tuturnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPRD Sragen, Suparno, mendukung rencana pembangunan flyover

tersebut karena kemacetan di Sragen mulai terasa dan akan semakin parah setelah ada pengoperasian jalur ganda KA pada 2018. 

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu memang getol mendorong perlunya solusi mengatasi kemacetan di tiga perlintasan KA, salah satunya di Teguhan. "Kalau flyover

sumber dananya tidak mungkin dari APBD Sragen, harus dari APBN. Selain flyover

ada solusi lain, yakni jalur ganda atau double track

tapi harus membutuhkan pembebasan lahan," tambahnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI