Sragen Siap Kembangkan Tanaman Sorgum

Editor: KRjogja/Gus

SRAGEN (KRjogja.com) – Dinas Pertanian Kabupaten Sragen akan mengembangkan tanaman Sorgum pada lahan kering. Lahan sekitar 4000 hektare telah disiapkan untuk menanam Sorgum saat musim kemarau tiba.

 

Kepala Dinas Pertanian Sragen, Eka Rini Mumpuni Rabu (21/9) mengatakan, jika sampai terjadi musim kemarau yang sangat parah di Sragen, lahan tersebut bisa dimanfaatkan. Seperti di Kecamatan Sukodono dan sekitarnya, lahannya bisa tetap dimanfaatkan meski minim air. "Kalau masih musim penghujan, lahan tersebut biasa ditanami padi atau palawija. Tapi saat musim kering, biasanya menganggur, dan akan kami manfaatkan dengan ditanami sorgum," ujarnya.

Rencana pengembangan sorgum ini berawal dari masuknya pengembang yang menawarkan sorgum untuk ditanam di Sragen, khususnya lahan kering. Tentunya tawaran tersebut disambut baik, karena sorgum merupakan subtitusi pengganti padi. Selain itu tanaman sorgum bisa beradaptasi di lahan yang kering. "Nantinya akan kami uji coba dulu di luas lahan 1 hektare, bisa berhasil atau tidak. Kami juga akan belajar ke Wonogiri yang sudah lebih dulu mengembangkan," jelasnya.

Eka menjelaskan, rencana pengembangan sorgum itu diharapkan bisa memberi manfaat untuk petani yang selama ini selama ini selalu bergantung pada ketersesiaan air. Paling tidak, saat persediaan air minim, petani bisa beralih menanam sorgum. "Namun kami perlu lakukan kajian dan uji coba lebih dulu. Kalau untuk saat ini belum bisa ditanam karena curah hujan masih cukup tinggi," tandasnya.

Diharapkan hasil yang didapat dari sorgum minimal bisa sama dengan padi. Tanaman sorgum dapat dimanfaatkan sebagai makanan olahan tepung dan untuk industri menggantikan tepung terigu yang masih impor. Selain itu juga bisa dipakai untuk pakan ternak. "Hasilnya cukup lumayan, misalnya 4000 hektare bisa menghasilkan 7-8 ton sorgum. Setikdanya ini bisa menjadi alternatif petani jika air tidak mencukupi," tambahnya. (Sam)

 

BERITA REKOMENDASI