Sragen Tetapkan KLB Demam Berdarah

Editor: KRjogja/Gus

SRAGEN, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen menetapkan kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD). Hal itu menyusul jumlah korban yang dilaporkan terus bertambah mencapai 111 orang selama dua pekan terakhir. Bahkan dua korban di antaranya meninggal dunia.

Penetapan status KLB ini diungkapkan Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati kepada wartawan ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/1). "Ini sepertinya siklus lima tahunan dimana DBD cepat menyebar. Dalam dua pekan pertama di Januari, tercatat sudah 111 penderita dan ini sudah masuk status KLB karena penyebarannya yang merata," ujarnya.

Menurut Yuni, sesuai data yang masuk, penderita DBD hampir terjadi merata di seluruh kecamatan, hanya Kecamatan Sambirejo yang nihil kasus. Tertinggi Kecamatan Mondokan dengan 21 kasus, disusul Kecamatan Sumberlawang 15 kasus dan Kecamatan Gemolong 11 kasus. "Tentunya ini menjadi cambuk bagi kami untuk menekan penyebaran DBD. Kami terus mendorong masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Itu adalah upaya pertama yang harus dilakukan, yakni menjaga kebersihan lingkungan," jelasnya.

Yuni mengaku, dalam beberapa hari ke depan akan menggerakkan semua elemen untuk melakukan gerakan massal pembersihan sarang nyamuk (PSN). "Yang paling penting adalah upaya preventif menjaga kebersihan lingkungan. Kalau fogging

atau pengasapan adalah upaya sesaat," tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sragen, dr Hargiyanto menambahkan, pihaknya telah meminta seluruh Puskesmas serta bidan desa siaga memantau wilayahnya dari penyebaran DBD. Pertolongan cepat harus dilakukan agar korban tidak bertambah. "Seluruh puskesmas dan bidan desa kami minta standby

karena ini adalah siklus merebaknya DBD," tuturnya.

Selain itu, lanjut Hargiyanto, pihaknya juga telah membentuk posko siaga DBD di tingkat desa/kelurahan, kecamatan hingga kabupaten. Diharapkan jika ada penderita DBD bisa cepat terpantau dan tertangani dengan efektif. Seluruh posko siaga DBD bergerak simultan dan harus melaporkan semua kegiatan yang berhubungan dengan DBD dilaporkan sampai kabupaten. (Sam)

BERITA REKOMENDASI