Sriyatno Kembangkan Teh dari Buah Tin

SOLO, KRJOGJA.com – Pernah makan buah Tin? Buah yang namanya diabadikan menjadi salah satu surat dalam Alquran, At-tin diyakini baik untuk kesehatan. Tanaman ini banyak tumbuh dan berkembang  di Asia Barat dan begitu populer di dunia Islam. Jamaah haji maupun umroh asal Indonesia mefavoritkan buah Tin sebagai salah satu oleh-oleh.

Tapi sekarang jangan kaget, buah Tin bisa ditemukan di kabupaten Sragen. Sriyatno, seorang petani di kecamatan Tanon berhasil budi daya Tin. Sementara ini ia baru bisa memanfaatkan daunnya untuk pembuatan teh Freshtin.  "Sekarang saya mulai mempersiapkan  untuk menangani buahnya. Apalagi sudah ada pernintaan dari Bali," jelasnya, Sabtu (8/12/2018).

Dalam budidaya Tin, Sriyatno tak sendirian. Ia merangkul sejumlah petani untuk ikut menanam. Hasil daunnya disetor padanya untuk pembuatan teh. Teh kesehatan ini dibuat dua jenis produk yakni teh tubruk dan teh celup. Untuk teh tubruk setiap botol dijual Rp 35 ribu dan celup Rp 40 ribu berisi 20 buah.

Usaha Sriyatno di atas langsung mendapat perhatian dari Pusat Pengembangan Kewirausahaan (PPKwu) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. "Budidaya Tin ini punya prospek bagus. Jadi perlu didorong untuk berkembang. Daunnya dibuat teh kesehatan sedang buahnya bisa diolah," jelas Dr Edy Tri Haryanto dari PPKwu.

Edy telah membantu sekitar 1000 bibit dalam upaya meningkatkan produk. Namun ketika musim hujan tiba, Sriyatno kesulitan dalam proses pengeringan daun. Akhirnya ia diberikan mesin pengering daun. Selain itu PPKwu juga melakukan pendampingan dalam berbudidaya. Dengan harapan pohon Tin cepat tumbuh dan berbuah.

Sriyatno menyatakan buah dan daun Tin baik untuk kesehatan. Diantaranya menurunkan gula darah, kolestrol, asam urat dan menormalkan tekanan darah. "Kemarin ada teman yang akan menyiapkan lahan di Ngawi dan Batu Jamus untuk pengembangan buah Tin." (Qom)

BERITA REKOMENDASI