Stimulan Sasar Warga Ber-KTP Solo

SOLO,KRJOGJA.com – Kompensasi warga terdampak proyek embung dan bendung karet Tirtonadi hanya menyasar penghuni bantaran Kali Anyar dan Sungai Gajah Putih ber-KTP (Kartu Tanda Penduduk) Solo, dalam bentuk stimulan pembelian tanah pengganti dan biaya pembangunan rumah layak huni. Sedangkan warga yang ber-KTP di luar kota, hanya diberikan bantuang uang bongkar bangunan.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KKP), Agus Djoko Witiarso, menjawab wartawan, di Balaikota, Senin (12/6/2017) mengungkapkan, besaran stimulan pembelian tanah pengganti, diestimasikan setara harga tanah seluas 40 meter persegi. Sedangkan harga satuan tanah per meter persegi, didasarkan pada perhitungan standar yang ditetapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Demikian pula bantuan biaya pembangunan rumah layak huni, menyesuaikan standar biaya yang berlaku.

Berdasar hasil pemetaan beberapa bulan lalu, sedikitnya 366 warga yang menghuni kawasan bantaran Kali Anyar dan Sungai Gajah Putih, dipastikan terdampak proyek penanggulangan banjir, berupa pembangunan embung dan bendung karet Tirtonadi. Sejauh ini, pihaknya masih melakukan validasi data, dengan memilah warga ber-KTP Solo dan luar kota, sebab terkait dengan perlakuan pemberian kompensaasi.
Relokasi warga bantaran Kali Anyar dan Sungai Gajah Putih, diproyeksikan rampung dalam beberapa bulan ke depan, sebab proyek penanggulangan banjir yang ditangani pemerintah pusat tersebut, harus rampung pada akhir tahun 2018.

Menjawab pertanyaan kemungkinan kesulitan warga mencari tanah pengganti dengan luasan 40 meter persegi, Agus mengungkapkan, dapat disiasati dengan pembelian secara kelompok. Jadi, warga terdampak mesti membentuk kelompok kerja, kemudian membeli tanah pengganti dengan luasan tertentu lalu dipecah-pecah sesuai kebutuhan warga masing-masing.

"Tak terlalu sulit, hal serupa juga pernah dilakukan saat relokasi warga bantaran Bengawan Solo beberapa tahun lalu," jelasnya.

Meski begitu Agus menyebut, sebaiknya warga mencari tanah pengganti pada lokasi yang sesuai dengan besaran stimulan yang diberikan Pemkot Solo, sehingga tak perlu banyak menambah anggaran. Dalam hal ini, Pemkot Solo memberikan keleluasaan warga untuk mencari tanah pengganti, bisa di dalam ataupun luar kota Solo, dengan catatan semua diputuskan berdasar kesepakatan bersama anggota kelompok kerja.

Selain itu, Pemkot Solo juga menawarkan alternatif Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Mojosongo bagi warga terdampak proyek embung dan bendung karet Tirtonadi. Hanya saja, kapasitas hunian bertingkat ini, hanya untuk 74 Kepala Keluarga (KK), sehingga tak memungkinkan jika seluruh warga terdampak memilih alternatif pindah ke Rusunawa Mojosongo.(Hut)

 

BERITA REKOMENDASI