Stok Menipis Sapi Kurban Laris Manis

Editor: Ary B Prass

KARANGANYAR, KRJOGJA.com– Penjualan sapi untuk hewan kurban di kandang milik Kutut Lambang Pujadi (45), di Tasikmadu laris manis. Bahkan untuk memenuhi pesanan, ia harus mencarinya sampai luar kota. Sebab, sapi yang siap jual di kandangnya sudah habis.
“Awalnya nyetok sampai 200 ekor sapi. Sekarang sudah habis terjual untuk kurban. Yang ada di sini itu pesanan. Diambil saat hari pemotongan kurban,” kata Kutut, Minggu (11/7/2021).
Pemesan pribadi jarang ditemuinya. Kebanyakan takmir masjid yang membeli sapi secara kolektif. Orderan mulai ramai sejak ramadan lalu sampai sekarang. Bahkan pemesan sudah membayarnya lunas meski menitipkan dulu sapi di kandangnya.
Harga jual sapi berkisar Rp 20 juta hingga Rp 21 juta per ekor. Kebanyakan sapi yang kandang milik Kutut merupakan sapi jenis peranakan ongole (PO). Pesanan yang masuk akhir-akhir ini tetap dilayani, meski stok dari kandangnya sudah habis. Sehingga, ia berburu penyedia dari luar kota seperti Grobogan dan Purwodadi. Pesanan dadakan itu perlu dipertimbangkan apakah bisa dipenuhi ataukah tidak.
“Terkadang yang dadakan ini, saya pending dulu. Saya tanya ke relasi apakah masih bisa mengirim. Kalau bisa, baru saya kontak lagi pemesannya. Tahun ini relatif bisa terpenuhi semua meski pesanan dadakan,” katanya.
Hingga hari H atau Hari Raya Idul Adha mendatang, Kutut harus memenuhi pesanan dari pembeli untuk mencarikan 20 ekor sapi. Dibanding tahun lalu memang ada peningkatan. Tahun 2019, dia menjual lebih dari 250 ekor. Tahun 2020 sekitar 150 ekor sedangkan tahun ini meningkat lagi.
Dia mengungkapkan, tingginya permintaan sapi sebagai hewan kurban tidak sebanding dengan permintaan domba.  “Saya nyetok 30 ekor saja belum habis. Tahun sebelumnya nyetok 70-100 sampai hari H habis. Per ekor domba Rp 2,2 juta sampai Rp 3 juta,” katanya.
Sementara itu, penjual kambing di Kelurahan Jungke Kecamatan Karanganyar, Agus Tarsono mengatakan, hingga saat ini belum ada seorangpun yang menawar kambing miliknya.
Di kandang saat ini ada 20 ekor kambing gibas. Dia tidak berani menambah jumlah kambing dengan kondisi pasar seperti saat ini. Menurutnya, kebanyakan orang saat ini lebih memilih membeli sapi daripada kambing.
“Ini masih sepi. Tahun lalu sudah banyak yang beli tapi ini belum ada yang menawar,” jelasnya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI